Senin, 26 Oktober 2009

1.) jelaskan pendapat allport dalam membahas manusia 2.) jelaskan pula perkembangan proprium sebagai dasar perkembangan kepribadian yang sehat 3.) sebutkan dan jelaskan ciri2 kepribadian yang matang menurut allport 4.) jelaskan perkembngan kepribadian self menurut rogers 5.) peranan positive regards dalam kepribadian individu menurut rogers 6.) sebutkan dan jelaskan ciri2 orang yang berfungsi sepenuhnya

1.Pandangan Allport tentang Manusia

Gordon Allport (1897-1967)
Secara umum teori Allport memberi definisi yang positif terhadap manusia, teori Allport itu telah membantu manusia untuk melihat diri sendiri sebagai mahkluk yang baik dan penuh harapan. Hal tersebut terlihat dari teorinya, yaitu ”gambaran kodrat manusia adalah positif, penuh harapan dan menyanjung-nyanjung”. Memandang satu pribadi positif dan apa adanya merupakan salah satu definisi pribadi sehat, inilah kelebihan dan kekuaan dari teori Allport.
Kepribadian manusia menurut Allport adalah organisasi yang dinamis dari system psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Kemudian Allport juga berpendapat bahwa kepribadian yang neurotis dan kepribadian yang sehat merupakan hal yang mutlak terpisah. Namun dalam hal ini tang menjadi kelebihan Allport adalah tentang antisipasi, Dalam teori Allport antisipasi adalah penting untuk menentukan siapa dan apakah kita ini, dalam membentuk identitas diri kita.
Dalam tori Allport juga memandang bahwa kesehatan psikologis adalah melihat ke depan, tidak melihat ke belakang, dapat dikatakan bahwa seluruh teori yang dikemukakan oleh Allport ini sangat bertentangan dengan teori-teori yang dikemukakan oleh Freud.

2. Perkembangan Proprium
Allport mengemukakan bahwa semua fungsi diri atau fungsi egoyang telah dijelaskan disebut dengan fungsi proprium dari kepribadian. Fungsi-fungsi ini termasuk perasaan jasmaniah, identitas diri, harga diri, perluasan diri, rasa keakuan, pemikiran rasional, gambaran diri, usaha proprium, gaya kognitif dan fungsi mengenal. Semuanya merupakan bagian yang sebenarnya dan vital dari kepribadian. Fungsi-fungsi tersebut sama-sama memiliki suatu arti fenomenal dan “ makna penting”. Fungsi-fungsi itu bersama disebut sebagai proprium. Proprium itu tidak dibawa sejak lahir, melainkan berkembang karena usia.
Allport menunjukkan tujuh aspek dalam perkembangan proprium atau ke-diri-sendiri-an (self hood). Selama 3 tahun pertama, tiga aspek muncul, yakni : rasa diri jasmaniah, rasa identitas-diri berkesinambungan dan harga-diri atau rasa bangga. Antara usia 4 sampai 6 tahun, dua aspek lainnya muncul, yakni : perluasan diri (the extension of self), dan gambaran diri. Suatu waktu antara usia 6 dan 12 tahun, anak mengembangkan kesadaran-diri sehingga ia dapat menanggulangi masalah-masalahnya dan akal pikiran. Selama masa remaja, munculah intensi-intesi, tujuan-tujuan jangka panjang, dan cita-cita yang masih jauh. Aspek-aspek ini disebut usaha proprium.
Dengan penjelasan seperti dia atas, Allport ingin menghindari pendapat yang mengundang pertanyaan dari banyak teoritikus yang menyatakan bahwa diri atau ego itu serupa manusia mikro (homunculus) atau “ manusia yang berada di dalam dada” yang melakukan tugas mengorganisasikan, memegang kendali dan menjalankan sistem kepribadian. Ia mengakui pentingnya semua fungsi psikologis yang bersumber pada diri dan ego, namun ia berusaha keras menghindari teori yang memandang diri dan ego sebagai pelaku atau penggerak kepribadian.
Bagi allport, diri dan ego dapat digunakan sebagai kata sifat untuk menunjukkan fungsi-fungsi proprium di dalam seluruh bidang kepribadian.

3. ciri-ciri kepribadian yang matang menurut allport
Menurut Allport, faktor utama tingkah lalu orang dewasa yang matang adalah sifat-sifat yang terorganisir dan selaras yang mendorong dan membimbing tingkah laku menurut prinsip otonomi fungsional.
Kualitas Kepribadian yang matang menurut allport sebagai berikut:
  1. Ekstensi sense of self
·        Kemampuan berpartisipasi dan menikmati kegiatan dalam jangkauan yang luas.
·        Kemampuan diri dan minat-minatnya dengan orang lain beserta minat mereka.
·        Kemampuan merencanakan masa depan (harapan dan rencana)

  1. Hubungan hangat/akrab dengan orang lain
Kapasitas intimacy (hubungan kasih dengan keluarga dan teman) dan compassion (pengungkapan hubungan yang penuh hormat dan menghargai dengan setiap orang)
  1. Penerimaan diri
Kemampuan untuk mengatasi reaksi berlebih hal-hal yang menyinggung dorongan khusus (misal : mengolah dorongan seks) dan menghadapi rasa frustasi, kontrol diri, presan proporsional.
  1. Pandangan-pandangan realistis, keahlian dan penugasan
Kemampuan memandang orang lain, objek, dan situasi. Kapasitas dan minat dalam penyelesaian masalah, memiliki keahlian dalam penyelesain tugas yang dipilih, mengatasi pelbagai persoalan tanpa panik, mengasihani diri, atau tingkah laku lain yang merusak.
  1. Objektifikasi diri: insight dan humor
Kemampuan diri untuk objektif dan memahami tentang diri dan orang lain. Humor tidak sekedar menikmati dan tertawa tapi juga mampu menghubungkan secara positif pada saat yang sama pada keganjilan dan absurditas diri dan orang lain.
  1. Filsafat Hidup
Ada latar belakang yang mendasari semua yang dikerjakannya yang memberikan tujuan dan arti. Contohnya lewat agama.
Untuk memahami orang dewasa kita membutuhkan gambaran tujuan dan aspirasinya. Tidak semua orang dewasa memiliki kedewasaan yang matang. Bisa saja seseorang melakukan sesuatu hal tanpa tahu apa yang ia lakukan.

4. perkembangan kepribadian self
self merupakan satu-satunya sepribadian yang sebenarnya. Dengan kata lain self dibentuk melalui deferiensiasi medan fenomena dan melalui introjeksi nilai-nilai orang tertentu serta dari distorsi pengalaman. Self bersifat integral dan konsisten. Pengalaman yang tidak sesuai dengan struktur self dianggap ancaman dan self dapat berubah sebagai akibat kematangan biologic dan belajar. Konsep self menggambarkan konsepsi mengenai dirinya sendiri, ciri-ciri cerdas, menyenangkan, jujur, baik hati dan menarik.

5. peranan positif regards
dalam hidupnya, manusia selalu mempunyai perasaan dan kebutuhan untuk dicintai, disukai dan diterima oleh orang lain.dan oleh karena itu self akan berkembang secara utuh-keseluruhan, menyentuh semua bagian-bagian jika tercapai.

6. ciri orang yang berfungsi sepenuhnya
1)      Keterbukaan terhadap pengalaman (openness to experience)
adalah salah satu dari lima wilayah utama kepribadian yang ditemukan oleh para psikolog. Keterbukaan aktif melibatkan imajinasi, estetika sensitivitas, perhatian terhadap perasaan batin, preferensi untuk berbagai, dan keingintahuan intelektual.  Sebagian besar psikometrik penelitian telah menunjukkan bahwa kualitas ini secara statistik berkorelasi. Dengan demikian, keterbukaan dapat dipandang sebagai ciri kepribadian global yang terdiri dari satu set ciri-ciri khusus, kebiasaan, dan kecenderungan yang berkumpul.

2)      hidup menjadi (existential living)
sebagian didasarkan pada eksistensial keyakinan bahwa manusia sendirian di dunia. Perasaan kesendirian ini menyebabkan perasaan ketakbermaknaan yang dapat diatasi hanya dengan orang itu sendiri menciptakan nilai-nilai dan makna. Ini  menunjukkan bahwa dalam membuat pilihan-pilihan kita sendiri kita menerima tanggung jawab penuh atas hasil dan menyalahkan siapa pun kecuali diri kita sendiri jika hasilnya kurang dari apa yang diinginkan.
3)      keyakinan organismik (organismic trusting)
Mempercayai seseorang pikiran dan perasaan sebagai akurat. Lakukan apa yang datang secara alami.
4)      pengalaman kebebasan (experiental freedom)
Untuk mengakui kebebasan seseorang dan bertanggung jawab atas tindakan sendiri.
5)       kreativitas (creativity)
Full partisipasi di dunia, termasuk memberikan kontribusi bagi kehidupan orang lain

Referensi :
Hall,Calvin. Lindsay,Gardner. Editor: Sugiyono. 1993. Psikologi Kepribadian 3 Teori-Teori Kepribadian dan Behavioristik. Kanisius : Yogyakarta

Psikologi Komunikasi, Marhaeni F. Kurniawati S.Sos M.psi, pusat pengembangan bahan ajar UMB.

Selasa, 20 Oktober 2009

Perbedaan Aliran Psikoanalisa, Behaviorisme dan Humanistik



Aliran Psikoanalisa :

  • Menganggap individu itu pincang .
  • Mengabaikan potensi yang dimiliki manusia.
  • Memeberikan gambaran pesemestis tentang kodrat individu karena menganggap individu adalah korban dari tekanan-tekanan biologis dalam konflik masa kanak-kanak .

Aliran Behaviorisme :

  • Mengabaikan potensi yang ada didalam individu.
  • Menganggap individu sebagai mesin yang sudah diatur sebelumnya.
  • Individu dapat memberikan respon jika ada stimulus dari luar dan individu tidak memiliki sikap diri sendiri.

Aliran Humanistik :

  • Memandang bahwa setiap individu memiliki kemampuan untuk lebih baik.
  • Individu dapat tumbuh berkembang untuk menjadi yang lebih baik sesuai keinginannya.
  • Percaya kodrat bahwa individu harus dapat mengatasi masa lampau secara biologis dan lingkungan.
  • Aliran ini tidak mengabaikan potensi yang dimiliki individu dan percaya pada kapasitas individu untuk memperluas, memperkaya dan memenuhi diri sendiri.



Kritikan Humanistik terhadap Psikoanalisa dan Behaviorisme

Humanisti terhadap Psikoanalisa
Psikoanalisa banyak membicarakan individu dalam sisi negativnya dan tidak melihat bahwa individu mempunyai potensi yang dapat dikembangkan. Psikoanalisa juga berbicara tentang konflik dan tekanan-tekanan yang dialami oleh individu tetapi menurut Humanistik individu dapat menekan tekanan-tekanan yang terjadi pada dirinya serta individu mempunyai potensi yang dapat dikembangkannya sesuai keinginannya.

Humanistik terhadap Behaviorisme
Behaviorisme berpendapat bahwa individu adalah sebuah mesin yang sudah diatur sebelumnya dan individu juga tidak punya sikap dirinya sendiri serta individu dapat memberikan respon jika ia mendapat stimulus dari orang lain. Individu juga tidak dapat melampaui konflik yang terjadi secara biologis dan lingkungan dan mengabaikan potensi yang dimiliki individu. Sedangkan Humanistik menekankan bahwa individu mempunyai potensi yang dapat dikembangkannya dan individu juga dapat melampaui konflik yang dialami secara biologis dan lingkungan. Jadi individu dapat tumbuh berkmbang dengan menekan kekuatan-kakuatan negative.

PERBEDAAN SIGMUND FREUD dengan ERIK H. ERIKSON

Sigmund Freud : Menganalisa Tindakan Mulai dari Titik sadar, bayi sampai dewasa. Pada umumnya yang normal dan kurang normal, tujuannya menolong individu. Sumber utama dalam tahapan freud sumber utamanya terdapat pada pemuasaan ( atau Frustasi ),berubah dari Disuapi, Eliminasi, dan Akhirnya Aktivitas Seksual.

Erik H. Erikson : Perbedaan dan stabilitas dalam emosi, kepribadian, dan hubungan sosial.
Penjelasan : · Pada Sigmund Freud dalam tahapan Psikoseksualnya terdapat 5 tahapan, yaitu Oral, Anal, Phallic, Latency, dan Genital. Freud juga hanya meneliti tahapan perkembangan manusia hanya sampai dengan tahap dewasa. · Pada Erik H. Erikson terdapat 8 tahapan, yaitu Kepercayaan dasar Vs Ketidakpercayaan, Autonomi Vs Rasa Malu dan Ragu, Inisiatif Vs Rasa Bersalah, Industri Vs Inferioritas, Identitas Vs Kekacauan Identitas, Intimasi Vs Isolasi, Produktivitas Vs Stagnasi, Integritas Ego Vs Putus Asa. Tahap-tahap tadi menjelaskan secara social bagaimana anak berkembang dari tahap bayi sampai masa tua. Pada tahapan ini juga menjelaskan secara emosional dan kepribadian dari masing-masing tahapan. Erikson meneliti tahap perkembangan individu dengan sangat teliti dan juga luas, ia mampu menjelaskan tentang berbagai aspek pada tahapan tersebut sesuai dengan tahapan tersebut. Pada tahapan Erikson juga sangat berkasinambungan serta berlanjut sehingga sepertinya ia dapat memprediksi emosi, kepribadian dan hubungan social seseorang dari tahapan sebelumnya. Misalnya pada tahap sebelumnya indvidu sudah merasakan rasa malu-malu maka pada tahap selanjutnya ia akan merasa bersalah pada setiap hal yang dibuatnya serta tahap-tahap berikutnya jika ia tidak berubah maka pada masa tuanya ia akan merasa putus asa / ketidakpuasan dengan apa yang sudah dibuatnya pada waktu sebelumnya dan ia juga merasa bahwa ajal akan segera datang dan ia jiga takut menghadapinya.