Senin, 02 Juli 2012

RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT UMUM YANG SERING DIDERITA BALITA


     Banyaknya jenis penyakit baru yang menyerang balita  dalam masa  terakhir ini menyebabkan Dinas Kesehatan kota Bandung harus sering melakukan sosialisasi mengenai penyakit tersebut beserta
gejala-gejalanya, namun karena kurangnya waktu dan pegawai yang ada menyebabkan tidak
menyebarnya secara merata informasi penyakit tersebut. Kebanyakan masyarakat masih sering salah menyimpulkan gejala penyakit ini,  dikarenakan gejala awalnya hanyalah balita itu terlihat letih, gelisah dan berkeringat banyak,  sehingga terlambat dalam penanganan oleh pihak medis.Banyaknya jenis – jenis penyakit pada balita dan kurang cepatnya penyebaran informasi kepada masyarakat,  menyebabkan  Dinas Kesehatan kota Bandung memikirkan solusi bagaimana caranya agar sosialisasi penyakit dari gejala sampai cara penanganan pertamanya dapat disebarluaskan secara menyeluruh kepada masyarakat luas.
   Sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Sistem ini dapat diterapkan diberbagai bidang, termasuk bidang kedokteran, dengan cara mendiagnosa suatu penyakit. Adapun sistem pakar adalah suatu  program komputer yang memperlihatkan derajat keahlian dalam pemecahan masalah di bidang tertentu sebanding dengan seorang pakar. Keahlian sistem pakar dalam memecahkan suatu masalah diperoleh dengan cara merepresentasikan pengetahuan seorang atau beberapa  orang pakar dalam format tertentu dan menyimpannya dalam basis pengetahuan. Sistem pakar berbasis kaidah (rule-based expert system) adalah sistem pakar yang menggunakan kaidah (rules) untuk merepresentasikan pengetahuan di 
dalam basis pengetahuannya
    MODEL,ANALISA,DESAIN, DAN IMPLEMENTASI
1. Model
Teknik analisis data dalam pembuatan perangkat lunak menggunakan pemodelan  perangkat   lunak   dengan model waterfall,  yang meliputi beberapa proses diantaranya 
a. Communication
Tahap ini merupakan tahap pengumpulan data dan kebutuhan lainnya. 
ke tahap desain
b. Planing
Tahap ini merupakan tahap yang dilakukan sebelum melakukan coding. Tahap ini bertujuan untuk memberikan gambaran apa yang seharusnya dikerjakan dan bagaimana tampilannya.
c. Modeling
Tahap ini merupakan tahap mengimplementasikan (menterjemahkan)  design perangkat lunak kedalam kode-kode dengan menggunakan bahasa pemrograman yang telah ditentukan. 
d. Construction
Tahap ini merupakan tahap pengintegrasi (penggabungan) unit-unit program yang telah diimplementasikan dan kemudian dilakukan pengujian secara menyeluruh.
e. Deployment
Tahap ini merupakan tahap dimana program dioperasikan di lingkungannya sekaligus melakukan penyesuaian atau perubahan karena adaptasi dengan situasi sebenarnya (sesuai dengan kebutuhan  masyarakat) untuk itu perlu diadakan beberapa perbaikan untuk menangani berbagai macam kesalahan dan untuk melengkapi fungsi-fungsi baru yang dibutuhkan.
  • Communication (Project initiation & Requirement gathering)
  • Planning (Estimating, Scheduling, Tracking)
  • Modeling (Analysis & Design)
  • Construction (Code & Test)
  • Deployment (Delivery & Support)

2. Analisis sistem merupakan tahap yang  bertujuan


IMPLEMENTASI
Tahap implementasi sistem merupakan tahap menerjemahkan perancangan berdasarkan hasil analisis dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh mesin, serta penerapan perangkat lunak pada keadaan yang sesungguhnya. Seluruh kode program yang digunakan dalam pembuatan  Sistem PakarMendiagnosa Penyakit Umum yang Sering DideritaBalita Berbasis Web Di Dinas Kesehatan Kota 
Bandung dapat dilihat pada tabel 1

6. HASIL DAN DISKUSI
Implementasi antar muka user dari sistem pakar yang dibangun dapat dilihat   gambar 12 dan gambar 13.
Gambar 12. Antar Muka Pasien Gambar 13. Antar Muka Admin

7. KESIMPULAN DAN SARAN

7.1 Kesimpulan
Kesimpulan  yang dapat diambil dari hasil pengujian terhadap sistem yang dibangun adalah:
a. Sistem yang dibagun kurang lebih 60% sudah dapat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai penyakit balita dan gejalanya dengan cara pendiagnosaan.
b. Sistem yang dibangun sudah dapat mengurangi resiko keterlambatan dalam penanganan medis.
c. Sistem yang dibangun dapat  mengurangi resiko kesalahan yang dilakukan orang tua dalam melakukan pertolongan pertama kepada balita nya yang terindikasi penyakit dan keterlambatan dalam penanganan medis.
7.2 Saran
Saran untuk pengembangan  siatem yang dibangun ini, yaitu:
a. Sistem yang dibangun kurang  lebih 40% menyatakan mudah dalam mendapatkan informasi mengenai penyakit balita beserta gejalanya dan pertolongan pertamanya, namun masih harus dikembangkan sehingga sangat memudahkan user dalam mendapatkan informasi tersebut, salah satu caranya dengan menyempurnakan sistem pendiagnosaannya mengikuti cara kerja dokter melakukan diagnosa 
sekarang.  
b. Sistem yang dibangun kurang lebih 20% menyatakan tampilan dari web ini menarik, tetapi masih harus dikembangkan, salah satu caranya membuat tampilan menjadi lebih  user friendly.
c. Sistem yang dibangun sekitar 20% menyatakan hasil output yang dihasilkan sesuai dengan keinginan user, tetapi masih harus dikembangkan, salah satunya dengan cara memperbaharui terus data penyakit dan gejala 
yang ada.
d. Sistem yang dibangun sekitar 70% menyatakan mudah dalam mempelajari dan menggunakannya,namun masih dapat dikembangkan lagi sehingga user lebih mudah mempelajari dan menggunakannya, salah satu 
caranya dengan menambahkan tutorial penggunaan sistem ini atau pada bagian halaman bantuan lebih detail mengarahkan user dalam menggunakan sistem ini