Nama Kelompok :
• Ayub Martien
• Diannisa Shavira
• Kania Indaningrum
• Ridho Andika
• Renny
Kelas : 3 PA 06
PENANGANAN BENCANA GEMPA DAN TSUNAMI DI MENTAWAI
Gempa berskala 7,2 Skala Richter (SR) yang mengguncang Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada tanggal 26 Oktober 2010 ternyata mengakibatkan tsunami. Bencan tsunami di Mentawai bukanlah bencana tsunami yang pertama kali melanda Indonesia. Walaupun bencana tersebut tidak sebesar bencana tsunami di Aceh 2004 silam, tetapi tsunami Mentawai juga menelan banyak korban meninggal dunia. Banyaknya korban ini karena sebagian penduduk setempat mengira bahwa gempa yang sebelumnya mengguncang Mentawai tidak akan berpotensi tsunami. Hal ini karena peringatan yang sebelumnya sempat di umumkan oleh BMKG bahwa gempa yang terjadi berpotensi tsunami dicabut oleh BMKG, selang beberapa waktu seluruh penduduk kembali ke rumah masing-masing ketika peringatan tersebut dicabut. Ternyata tak berapa lama kemudian tsunami setinggi 30 meter menerjang seluruh daerah Mentawai. Mentawai sendiri merupakan daerah kepulauan terpencil yang berada di tengah laut, sehingga ketika tsunami itu menerjang daerah mentawai semuanya tersapu oleh ombak ganas tersebut.
Ratusan jiwa melayang, ribuan orang harus tinggal di pengungsian karena rumah mereka mengalami rusak berat akibat terjangan tsunami. Karena mentawai berada di tengah laut mengakibatkan sulitnya pemerintah, relawan dan pihak terkait untuk menyalurkan bantuan. Cuaca yang buruk juga menyebabkan sulitnya bantuan makanan, obat-obatan, pakaian dan kebutuhan lainnya untuk di salurkan kepada korban tsunami Mentawai yang tinggal di pengungsian. Beberapa hari setelah bencana relawan hanya dapat menyalurkan bantuan dengan cara melemparkan mie instant melalui udara dengan menggunakan helikopter, kemudian mie instant tersebut dilemparkan per satu kardus. Walaupun cara ini tidak terlalu efektif karena masih banyak penduduk yang tidak mendapatkan bantuan.
Pemerintah dinilai lamban dalam penanganan bencana di Mentawai. Ini terlihat karena pemerintah cenderung lebih berfokus pada bencana merapi yang secara kebetulan terjadi pada satu hari yang sama seperti bencana Mentawai. Pendistribusian bantuan yang belum merata masih sangat terlihat di tempat-tempat pengungsian. Mereka bukan hanya butuh makanan, minuman, kasur, selimut, dan obat-obatan saja. Tetapi mereka juga sangat membutuhkan pakaian layak pakai, pakaian dalam untuk pria dan wanita, pembalut wanita, dan kebutuhan lainnya yang terkadang dilupakan oleh pihak-pihak yang ingin membantu. Hal-hal yang kecil seperti pembalut wanita juga tidak jauh penting. Jangan hanya berfokus pada penanganan pada hal-hal yang besar saja. Balita dan anak-anak pun masih sangat membutuhkan penghidupan yang layak selama tinggal di pengungsian, mereka butuh makanan yang sehat dan susu. Gizi mereka tidak boleh diabaikan. Begitu pun juga bagi ibu-ibu hamil.
Semua pihak yang berperan dalam penanganan bencana gempa dan tsunami Mentawai harus lebih sigap dalam menyalurkan bantuan dari para donatur agar bantuan jangan sampai menumpuk di posko dan pendistribusiannya harus tepat sasaran. Penanganan bencana Mentawai harus mengutamakan warga yang masih hidup, sembari terus melakukan upaya evakuasi terhadap korban meninggal. Langkah yang harus dilakukan oleh Pemerintah kabupaten Mentawai, bersama pemerintah Provinsi Sumbar adalah melakukan invetarisasi kebutuhan-kebutuhan korban gempa dan tsunami yang berada di pengungsian.
Sebagai ujung tombak dalam penanganan bencana gempa dan tsunami yang melanda Mentawai, maka pemerintah daerah yang harus bisa mengkoordinasi langkah-langkah yang mesti dilakukan. Setelah mendapat berita tsunami seharusnya pemerinta lebih tanggap dalam menangani bencana, seluruh pihak-pihak yang bertanggungjawab untuk menangani bencana ini harus dengan segera melakukan tindakan yang untuk mengevakuasi para korban.
Mungkin banyak pihak yang tidak menyadari bahwa bisa saja para korban selamat mengalami trauma dan mereka butuh penanganan yang tepat untuk menghilangkan rasa trauma tersebut. Mereka butuh hiburan agar mereka bisa bangkit dan menata hidup mereka lebih baik lagi. Bukan hanya bantuan saat berada di pengungsian saja yang dibutuhkan, mereka akan jauh lebih membutuhkan bantuan untuk kehidupan mereka setelah keluar dari pengungsian. Mereka sudah kehilangan sanak saudara dan tempat tinggal. Rumah mereka sudah tidak mungkin ditempati lagi karena mengalami rusak berat, maka dari itu mereka pasti lebih membutuhkan tempat tinggal yang aman untuk mereka tempati setelah keluar dari tempat pengungsian. Pemerintah harus bisa mengalokasikan para korban ke tempat yang lebih aman dan menjamin penghidupan yang lebih baik bagi para korban untuk bisa melanjutkan kehidupan mereka ke depannya. Terutama menghilangkan perasaan trauma yang mungkin di alami oleh para korban.
Ada beberapa ahli yang mendefinisikan tentang kelompok, diantaranya :
a. Hornby, A.S (1973: 441) berpendapat bahwa kelompok adalah sejumlah orang atau benda yang berkumpul atau ditempatkan secara bersama-sama atau secara alamiah berkumpul. (A number of persons or things gathered, or naturally associated).
b. Webster (1989: 425) ,mengatakan bahwa kelompok adalah sejumlah orang atau benda yang bergabung secara erat dan menganggap dirinya sebagai suatu kesatuan.
c. (Sherif: 1962), berpendapat Kelompok adalah unit sosial yang terdiri dari sejumlah individu yang mempunyai hubungan saling ketergantungan satu sama lain sesuai dengan status dan perannya secara tertulis atau tidak mereka telah mengadakan norma yang mengatur tingkah laku anggota kelompoknya.
d. slamet Santosa (1992: 8), “Kelompok adalah suatu unit yang terdapat beberapa individu yang mempunyai kemampuan untuk berbuat dengan kesatuannya dengan cara dan atas dasar kesatuan persepsi”.
e. Menurut Zaltman(1972: 75), bahwa Dinamika Kelompok adalah kekuatan-kekuatan yang berlangsung dalam kelompok, kekuatan tersebut bertujuan memberikan arah perilaku kelompok.
ISI PEMBAHASAN
A.JURNAL 1
Persija adalah sebuah klub sepak bola yang terletak di Jakarta. Persija berdiri pada tanggal 28 November 1928 dan memiliki julukan Macan Kemayoran. Keberadaan Persija dalam kancah Liga Indonesia dan bermain dalam Divisi Utama Liga Indonesia memberikan warna tersendiri, bukan hanya oleh permainannya yang menawan tetapi juga pada suporter pendukung yang menamai dirinya The Jakmania.
The Jakmania adalah kelompok suporter pendukung tim sepak bola Persija yang terbentuk karena suatu alasan, yaitu samasama mendukung tim sepak bola Persija dan berupaya untuk mengorganisir para suporter Persija. The Jakmania berdiri sejak Liga Indonesia IV, tepatnya 19 Desember 1997. Pada awalnya The Jakmania hanya terdiri dari 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat. Gugun Gondrong merupakan sosok yang paling dikenal saat itu dan memimpin The Jakmania pada periode 1999-2000. Seiring dengan berjalannya waktu masa kepemimpinan Gugun Gondrong digantikan oleh Fery Indrasjarief yang memimpin selama 3 periode. Pada masa kepemimpinan Fery, The Jakmania berhasil mendapatkan anggota sebanyak 30.000 dari 50 Koordinator Wilayah.
Selain kegiatan mendukung Persija dalam pertandingan, anggota The Jakmania juga memiliki kegiatan kumpul bersama yang dilakukan setiap hari Selasa dan Jum’at, dimana dalam kegiatan tersebut baik pengurus ataupun anggota membahas perkembangan The Jakmania serta melaporkan laporan dari setiap bidang kepengurusan, tidak lupa kegiatan ini juga melakukan pendaftaran bagi anggota baru dalam rutinitas tersebut.
Dalam kelompok The Jakmania terdapat kelompok-kelompok seperti Jak On Air yaitu kelompok yang bekerja sama dengan Radio Utan Kayu yang setiap seminggu sekali mendatangkan pemain-pemain Persija, Jak Angel yaitu kelompok perempuan yang mendukung tim Persija, Jak Online yaitu kelompok yang mempunyai kegiatan untuk memberikan fasilitas informasi tentang Persija melalui jalur internet, Jak Scooter yaitu kelompok pengguna kendaraan vespa yang mendukung Persija, dan Jak Adventure adalah kelompok suporter yang mendukung persija saat bertanding di kandang lawan.
Kelompok-kelompok yang ada dalam The Jakmania tidak hanya terbatas dari yang tertulis di atas, banyak kelompok-kelompok kecil yang tidak tercatat berdasarkan pembagian kelompok tersebut. Kelompok-kelompok kecil ini memiliki aktifitas seperti berangkat bersamasama dari suatu tempat menuju stadion tempat lokasi pertandingan Persija dan pulang bersama-sama menuju tempat asal. Kelompok The Jak Kukusan merupakan salah satu kelompok kecil yang tidak tercatat berdasarkan pembagian kelompok diatas.
Hal-hal tersebut diataslah yang melatarbelakangi peneliti mengangkat tema kohesifitas dalam kelompok untuk dijadikan sebagai bahan penelitian, dikarenakan adanya pandangan masyarakat yang bertentangan mengenai suporter sepak bola. Masyarakat memandang kegiatan suporter sepak bola dapat memicu timbulnya agresifitas yang merugikan banyak pihak tanpa melihat adanya kohesifitas yang dapat membangun serta bersifat positif.
Mengacu pada antusiasme supporter sepak bola The Jakmania, peneliti tertarik pada kohesivitas yang terlihat serta ingin mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kohesivitas pada The Jakmania. Kekompakan yang ditunjukkan dari sebelum pertandingan hingga akhir inilah yang menarik minat peneliti untuk mengkaji kelompok suporter ini.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif yang ditekankan pada penelitian studi kasus. Peneliti mengambil langkah ini karena melihat adanya sifat khusus dari kelompok yang akan diteliti, hal ini diperkuat dengan teori dari Yin (1994) menyimpulkan studi kasus sebagai suatu bentuk penelitian (inquiry) atau studi tentang suatu masalah yang memiliki sifat kekhususan (particulary), dapat dilakukan baik dengan pendekatan kualitatif maupun kuantitatif, dengan sasaran perorangan (individual) maupun kelompok, bahkan masyarakat luas.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan tampak adanya kohesivitas individu dalam kelompok kecil The Jakmania, hal tersebut dapat dilihat dari:
1. Kohesivitas individu dalam kelompok kecil The Jakmania. Menurut Suryabrata (2007) ciri-ciri kohesivitas kelompok dapat dilihat dari: setiap anggota kelompok mengenakan identitas yang sama, setiap anggota kelompok memiliki tujuan dan sasaran yang sama, setiap anggota kelompok merasakan keberhasilan dan kegagalan yang sama, setiap anggota kelompok saling berkerja sama dan berkolaborasi, setiap anggota kelompok memiliki peran ke anggotaan, kelompok mengambil keputusan secara efektif. Berdasarkan penelitian kohesivitas dalam kelompok tersebut seperti, aktifitas kelompok dalam komunitas (main bola bareng adalah salah satu kegiatan TheJak kukusan, berkumpul setiap hari), aktifitas kelompok kecil (pulang pergi bersama saat menonton pertandingan Persija secara langsung, patungan), proses pengambilan keputusan (berdiskusi untuk menentukan keputusan yang terbaik, setiap anggota mempunyai solusi), identitas kelompok (menggunakan atribut
Persija, baju, logo, shal), kohesivitas kelompok di luar lapangan (berkumpul diwarung ujung gang, dalam perjalanan kelompok menyanyikan yel-yel bersama), kohesivitas kelompok dilapangan (kelompok bergabung dengan The Jak yang lain, kelompok bernyanyi bersamasama, merayakan gol bersama, merayakan kemenangan bersama).
2. Faktor-faktor yang menyebabkan kohesivitas individu dalam kelompok kecil The Jakmania.Menurut McDougall (dalam Sarwono, 2005) kohesivitas dalam kelompok dapat dipengaruhi oleh: kelangsungan keberadaan kelompok (berlanjut dalam waktu yang lama) dalam arti keanggotaan dan peran setiap anggota, adanya tradisi kebiasaan dan adat, ada organisasi dalam kelompok, kesadaran diri kelompok (setiap anggota tahu siapa saja yang termasuk dalam kelompok, bagaimana caranya ia berfungsi dalam kelompok,bagaimana struktur dalam kelompok, dan sebagainya), pengetahuan tentang kelompok, keterikatan (attachment) kepada kelompok.
Selain dapat melihat kohesivitas dalam kelompok tersebut, peneliti juga dapat melihat faktor-faktor yang menyebabkan kohesivitas individu dalam kelompok kecil The Jakmania. Pertama, latar belakang kelompok yaitu teman nongkrong (jarak rumah yang berdekatan menyebabkan anggota mudah bertemu), jumlah anggota (dengan anggota yang berjumlah 10 orang menyebabkan setiap individu dapat mengenal lebih dalam dengan anggota kelompok), tujuan yang sama (setiap anggota dalam kelompok memiliki keinginan yang sama yaitu ingin tim yang didukungnya menang).
Kedua, aktivitas dan kegiatan kelompok seperti main bola bareng (setiap anggota kelompok memiliki kegiatan sehari-hari bersama kelompok seperti main bola bareng dan aktivitas tersebut dapat meningkatkan kekompakkan), nonton bola bareng (kelompok memiliki kegiatan lain seperti nonton Liga Champion bersama anggota kelompok dan aktifitas tersebut dapat meningkatkan kekompakan, karena setiap anggota dapat saling bertemu). Ketiga kebersamaan kelompok seperti proses menumbuhkan keterikatan (pada saat berkumpul, anggota kelompok bercanda gurau dan tertawa bersama sehingga aktifitas ini dapat meningkatkan keterikatan antara anggota kelompok), saling membantu dan menolong (setiap anggota The Jak saling membantu jika ada yang kesusahan dan setiap anggota The Jak harus saling menolong, perilaku tersebut dapat meningkatkan kekompakkan dan kebersamaan setiap anggota).
Kegiatan-kegiatan seperti inilah yang menyebabkan adanya keterkaitan antara dua hal yaitu kohesivitas dalam kelompok tersebut dan faktor-faktor yang menyebabkan kohesivitas individu dalam kelompok kecil The Jakmania yang saling berkesinambungan.
B.JURNAL 2
Dalam konteks Aceh, masyarakat sivil (civil society) merupakan antara pelaku yang mempunyai peluang dan harus dilibatkan untuk membangunkan perdamaian berterusan ini. Selain memang berada dalam situasi konflik, masyarakat sivil lebih menyokong kaedah penyelesaian tanpa kekerasan, dan yang menjaga asas kebebasan individu dan hak asasi manusia. Alexis Tocqueville mengertikan masyarakat sivil sebagai pertubuhan-pertubuhan yang mempunyai matlamat yang berbeda-beda, eksklusif dan terpisah-pisah dan memiliki asas yang dikongsi bersama untuk bertindak secara bersama, iaitu kebebasan individu dan hak asasi manusia.
Penglibatan masyarakat sivil juga penting untuk mengingatkan bahawa apapun penyelesaian yang dijalankan untuk Aceh haruslah melalui proses dan menuju pembangunan struktur demokrasi. Hal ini adalah antara perkara untuk memastikan penyelesaian yang dibina mampu menjamin perdamaian berterusan. Dalam hal ini masyarakat sivil memang pelaku yang sangat sesuai kerana masyarakat sivil dijalankan atas prinsip-prinsip saling menghargai dan terbuka, dan menganut nilai-nilai sejagat. Kebiasaan yang dijalankan masyarakat sivil dalam mengambil keputusan atau mencapai matlamat politik yang dilakukan secara bersama merupakan perkara-perkara yang sangat penting dalam melahirkan nilai-nilai demokrasi.
Uraian-uraian ini membuat penyelidikan akan kesan dan peranan masyarakat sivil ini dalam membangun perdamaian dan transformasi konflik di Aceh merupakan suatu perkara yang menarik dan mustahak untuk dilakukan. Penyelidikan juga penting dilakukan untuk melihat peranan masyarakat sivil dalam membangun perdamaian setelah perubahan konteks konflik selepas bencana tsunami di Aceh.
Berdasarkan kepada penyataan masalah yang telah dikemukakan di atas, penyelidik tertarik untuk menganalisis secara komprehensif usaha-usaha yang telah dilakukan masyarakat sivil Aceh, terutamnya sebelum tsunami, dalam membangunkan perdamaian dan keberkesanannya dalam transformasi konflik di Aceh.
Untuk mencapai objektif kajian, penyelidik menggunakan pendekatan penyelidikan berbentuk kajian kes dengan konflik Aceh sebagai kes kajian. Kaedah yang digunakan di dalam penyelidikan ini pula di bahagikan kepada dua iaitu kajian perpustakaan dan kajian lapangan. Umumnya penyelidikan ini adalah bersifat teoritikal dan empirikal. Untuk itu kedua-dua data primer dan sekunder digunakan dalam tesis ini.
Data yang akan dikumpulkan di dalam kajian ini adalah berbentuk kualitatif. Diantara maklumat yang akan dikumpulkan adalah keadaan konflik Aceh, termasuk sejarah, punca, perkembangan, pelaku, isu, kesan yang ditimbulkan dan kaedah pengurusan konflik yang dijalankan. Maklumat lainnya adalah mengenai struktur masyarakat sivil Aceh, termasuk pelaku-pelaku utama, jaringan yang dipunyai dan perkembangan-perkembangan yang telah berlaku. Di samping itu maklumat yang akan dikumpulkan adalah berkenaan dengan usaha dan aktiviti masyarakat sivil Aceh dalam membangun perdamaian, bagaimana itu dijalankan dan apa cabaran yang mereka hadapi serta apa pengaruh cabaran dan aktiviti itu terhadap struktur dan kapasitas mereka.
Kalau kita kaji secara mendalam memang didapati bahawa konflik Aceh susah untuk diselesaikan, sehingga memerlukan ketelitian dalam merumuskan kaedah penyelesaian yang berkesan. Secara ringkas penyelidik ingin menghuraikan beberapa perkara yang membuat konflik Aceh susah untuk diselesaikan sebelum datangnya musibah tsunami,yaitu:
Pertama: punca konflik kerana kegagalan struktur negara dalam memuaskan struktur dan tradisi hidup sebuah komuniti, hal ini seperti yang dihuraikan dalam pendahuluan di atas.
Kedua: terjejasnya hubungan yang sangat lama dan terus menerus yang telah mewujudkan ketidakpercayaan dan stereotype antara satu pihak dengan pihak lain. Perasaan ini terutamanya ada pada pihak rakyat Aceh kerana banyaknya janji dan harapan yang disampaikan pemimpin-pemimpin Indonesia yang tidak ditepati.
Ketiga: isu-isu utama yang berkembang dalam konflik adalah isu nilai (identiti, martabat, nasionalisme) yang tidak boleh dibahagikan. Selain itu banyaknya isu yang berkembang juga membuat konflik ini menjadi susah diselesaikan. Banyaknya isu iniselain konflik yang berlangsung lama juga merupakan kesan daripada kesalahan dalam menjalankan kaedah penamatan konflik. Contoh yang paling ketara ialah penggunaan kaedah ketenteraan baik pada masa DI/TII atau GAM yang mewujudkan isu pencabulan hak asasi manusia. Demikian juga kaedah memperbesar pembahagian hasil kekayaan kepada Aceh yang tidak disokong sistem pentadbiran yang bersih (clean governance) sehingga mewujudkan isu rasuah, dan sebagainya.
Keempat: struktur kekuasaan antara pihak yang berkonflik tidak seimbang (asymmetric). Pihak yang berkonflik secara fizikal ialah kerajaan Indonesia yang memiliki struktur negara yang lengkap dan GAM yang merupakan kumpulan gerila yang hanya memiliki beberapa ribu ahli saja.
Kelima: keterlibatan banyak pelaku dalam konflik dengan pelbagai ragam matlamat. Bukan hanya antara pihak-pihak utama yang berkonflik, namun perbedaan matlamat juga berlaku di dalaman pihak-pihak utama tersebut. Ini ditambah lagi dengan sikap para pelaku yang kukuh dengan matlamatnya masing-masing. Keadaan ini membuat usaha-usaha ke arah perdamaian yang digagas satu atau beberapa pelaku boleh gagal kerana ada usaha sabotase oleh pihak lain
KESIMPULAN
A.JURNAL 1
Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah :
1.Kohesivitas individu dalam kelompok kecil The Jakmania, hal ini dilihat dari: Aktifitas kelompok dalam komunitas(main bola bareng, satu lingkungan, bakti sosial dan nonton bola bareng), aktifitas kelompok kecil (pulang pergi bersama, patungan, pulang dan pergi bersama), proses pengambilan keputusan kelompok (berdiskusi, solusi, pengambilan keputusan), identitas kelompok (warna, tulisan, logo-logo, warna, logo, atribut Persija), kohesivitas kelompok di luar lapangan (proses menumbuhkan keterikatan, aktifitas sebelum pertandingan, aktifitas setelah pertandingan, tempat berkumpul, mencari kendaraan, menaiki kendaraan, menyanyikan yel-yel, membeli air dan rokok, tegur sapa, menuju tempat parkir, perjalanan pulang, membahas pertandingan), kohesivitas kelompok di lapangan (bentuk dukungan, aktifitas ketika pertandingan, mencari Jak lain, bergabung dengan Jak lain, bernyanyi bersama, merayakan gol, merayakan kemenangan).
2.Faktor-faktor yang menyebabkan kohesivitas individu dalam kelompok kecil The Jakmania adalah sebagai berikut: Latar belakang kelompok (jumlah anggota, teman nongkrong, tujuan yang sama), aktifitas dan kegiatan kelompok (main bola bareng, satu lingkungan, main bola, bakti sosial, nonton bola), kebersamaan kelompok (proses menumbuhkan keterikatan, saling membantu, saling menolong).
B.JURNAL 2
Penyelidikan ini menjelaskan bahwa aktivitas-aktivitas yang dijalankan masyarakat sivil seperti advokasi, kempen, penyedaran akan nilai-nilai perdamaian, perlindungan terhadap mangsakonflik dan aktivitas kemanusiaan lainnya telah mengubah penyelesaian dalam konflik di Aceh sehingga lebih mudah diselesaikan. Berlakunya perubahan tersebut bukan hanya disebabkan peranan masyarakat sivil, tetapi juga peranan pihak-pihak lain, seperti masyarakat antarabangsa dan partai yang berkonflik sendiri. Peranan masyarakat sivil yang lebih besar berdasarkan penyelidikan ini adalah mengubah struktur konflik yang sebelumnya tidak seimbang (asymmetric) menjadi lebih seimbang. Konflik yang sebelumnya tersembunyi (latent) menjadi terbuka (manifest) sehingga lebih mudah diselesaikan. Peranan masyarakat sivil juga besar dalam perubahan isu konflik yang sebelumnya hanya berkenaan dengan pemisahan, kekerasan dan ketenteraan menjadi bercampur dengan isu-isu perdamaian, pendemokrasian dan kemanusiaan. Perubahan-perubahan ini menjadi penyelesaian konflik dan pembangunan perdamaian secara lebih luas.
TSC (Team Soluna Club) merupakan komunitas penggemar dan pemilik mobil Toyota Soluna. Pertam tim ini dibentuk, pada tanggal 13 April 2005. Pertama kali dibuat di Yahoo Group yang bertujuan untuk menarik anggota-anggota penggemar atau pemilik mobil Toyota Soluna yang ada di sekitar Jabotabek.
Ciri yang unik dari TSC adalah komunikasi dan interaksi antara member yang tidak mengenal waktu, jarak dan tempat dengan mengandalkan kemampuan teknologi internet yang sudah berkembang sangat cepat saat ini.
Anggota TSC yang pada awalnya hanya berjumlah 6 (enam) orang, telah berkembang dengan cepat hingga saat ini telah berjumlah kurang lebih 400 subscribers (per 14 Februari 2008) yang tersebar di seluruh JABODETABEK, Bandung, Semarang, Surabaya, Lampung, dan Banda Aceh.
Adapun untuk anggota utama Toyota Soluna Community sendiri sampai saat ini berjumlah kurang lebih 72 anggota. Dengan dinaungi oleh suatu dewan presidium yang tidak yang tidak dibatasi oleh sekat-sekat organisasi pada umumnya. Berjalan sementara tanpa Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga, menghidupi sendiri komunitas dengan keuangan dari anggotanya, serta memutuskan dan memecahkan suatu persoalan komunitas melalui forum presidium tersebut.
Menurut Acil (salah satu anggota TSC), "Pertama kali masuk TSC pada bulan Januari 2007 karena diajak salah satu membernya pas lagi nyuci mobil. Dan alasan yang mendasari untuk masuk TSC, karna gue pengen nambah temen dan bisa bertukar informasi tentang mobil masing-masing. Anggota TSC biasa berkumpul satu atau dua minggu sekali. Dan kalo ngumpul biasanya ngomongin kerjaan masing-masing, gua disini satu-satunya anggota yang masih kuliah."
Kegiatan klub ini tiap beberapa bulan melakukan gathering seperti ke bandung, mengunjungi cabang-cabang STC lain dan juga ada baksos. Selain mmbicarakan mobil masing-masing, mereka juga suka membicarakan dan mengunjungi tempat-tempat kuliner yang ada di Jakarta.
Setiap atlet pasti pernah mengalami kegagalan. Kegagalan merupakan momok yang sangat menakutkan bagi kebanyakan atlet. Seperti gagal menjadi juara, gagal mencapai hasil yang diharapkan, dll. Terpulang dari "mindset" dan cara pandang kita terhadap kegagalan, apakah kita mampu memposisikan kegagalan itu sebagai hal yang wajar dan lumrah, bahwa di setiap usaha dan perjuangan pasti ditunggu dua hal penting, yaitu : berhasil atau gagal, tidak sedikit orang yang menarik kesimpulan bahwa bila sudah mengalami kegagalan, ya gagallah untuk selamanya, hingga akhirnya dia terduduk putus asa, berhenti berjuang dan menyerah, dan orang - orang yang selalu optimis memandang kegagalan itu sebagai hal yang wajar terjadi, dan saat dia melihat orang lain berhenti berusaha karena gagal. dia tetap maju berjuang dengan keyakinan bahwa kegagalan yang dialami hanyalah ketertundaan dari keberhasilan yang sedang dia kejar.
Kegagalan menjadi guru terbaik dalam upaya membenahi diri agar terdata berbagai poin - poin penting mana yang perlu diperbaiki, dan mana yang tidak boleh terulang lagi, demi makin lancarnya perjalanan menuju keberhasilan, introspeksi lah yg kita lakukan hingga bisa mengakui bahwa kegagalan itu sudah wajar terjadi dengan berbagai alasan dan penyebab yang kita peroleh setelah melakukan introspeksi tadi, untuk selanjutnya kita berusaha dan berjuang lagi dengan strategi yang lebih baik dari sebelumnya, bagaimanapun, dampak psikologis akibat mengalami kegagalan tergantung dari cara pandang terhadap kegagalan itu sendiri, bila memang berhenti berusaha setelah mengalami kegagalan, maka dimungkinkan dia akan traumatis seumur hidup,
sebaliknya, bagi orang - orang yang berjiwa besar, maka kegagalan akan merupakan guru terbaik sekaligus menjadi cambuk dan motor penggerak untuk mengejar cita - cita atau keberhasilan, dan bagi orang - orang yang memiliki cara pandang seperti ini, mereka menganggap bahwa kegagalan hanyalah suatu keberhasilan yang tertunda.
Dan hanya orang - orang yang selalu ber "positive thinking" yang mempu mempolapikirkan bahwa kegagalan hanyalah suatu keberhasilan yang tertunda,
" the POSITIVE THINKER sees THE INVISIBLE, feels the INTANGIBLE and ACHIEVES the IMPOSSIBLE"
Berikut ini bebarapa tips mengatasi perasaan gagal :
1. Tetapkan tindakan anda.
Dalam keadaan apapun, anda tetap bisa memilih tindakan. Saat gagal anda bisa memilih untuk ambruk, berteriak atau mengubah kebiasaan lama dan mencari jalan untuk mengatasi masalah yang tengah anda hadapi.
2. Bersikap lebih fleksibel.
Kehidupan tidak selalu seperti yang diharapkan. Apabila anda dapat menyesuaikan diri dengan situasi, maka ketegangan anda akan berkurang.
3. Kembangkan tindakan yang kreatif.
Tanyakan pada diri sendiri "kesempatan apa bagi saya di sini?. Jalan yang mana yang akan terbuka bagi saya?"
4. Evaluasi setiap situasi.
Pikirkan segala tindakan sebelum bertindak, agar bisa didapatkan pemecahan masalah yang terbaik. Evaluasilah mengenai usahamu selama ini, apa yang perlu dirubah.
6. Lihat sisi positif.
Kegagalan memang merupakan pengalaman yang menyakitkan. Tetapi daripada memikirkan kerugian yang anda alami, lebih baik fokuskan pada apa yang telah anda pelajari.
7. Bertanggung jawab.
Jangan salahkan orang lain jika gagal, tapi perhatikan baik-baik masalahnya dan cobalah memahaminya. Tanyakan pada diri anda bagaimana cara mengatasinya?.
8. Jaga keseimbangan.
Kegagalan dapat mempengaruhi kita secara emosional, yang berdampak terhadap tindakan kita. Karena itu, sebelum dihadang kegagalan, mulailah berlatih untuk saling membantu dengan teman.
9. Pelihara selera humor.
Humor dan tertawa memang tidak segera memecahkan masalah, tetapi akan membantu kita melihat masalah secara perspektif. Hal itu bagaikan cahaya dalam kegelapan.
Buat agan2 adventurer senior mungkin udah apal sama apa yang bakal ane utarain, tapi ane coba maparin ke junior-junior kita yang mungkin bingung persiapan apa aja yang harus mereka bawa pas naik dan apa aja persiapannya.
Semakin lengkap perbekalan dan peralatan mendaki gunung yang kita bawa dalam ransel semakin baik. Artinya kita akan nyaman dan aman selama mendaki gunung. Tidak akan kekurangan makanan dan minuman, hangatnya tidur dalam sleeping bag, nyenyak bobo dalam tenda terhindar dari hujan lebat atau dingin yang menusuk tulang.Perlengkapan yang harus dibawa bisa kita urutkan dari atas kepala seperti topi atau balaklava untuk menghangatkan kepala, kemudian kaca mata gelap menahan sinar matahari terik yg menyilaukan, syal untuk menahan dingin pada bagian leher, untuk bagian badan kita bawa kaos, sweeter, raincoat/jacket dan jam, sedangkan bagian pinggul kebawah, celana panjang/pendek, celana dalam dan bagian kaki kaos kaki, sepatu dan sandal.
Di gunung udara sangat dingin, semakin malam semakin dingin terlebih lagi bila angin berhembus kencang. Biasanya tenda yang kita bawa tidak cukup melindungi dan menahan angin pegunungan yang dingin. Makanya sleeping bag diperlukan agar kita bisa tidur dengan hangat dan istirahat dengan nyaman. Karena badan kita bisa istirahat dan kembali fit keesokan harinya. Jangan bawa selimut tebal yang hanya akan memberatkan ransel dan menghabiskan ruang di ransel.
maka segala kebutuhan makan dan minum harus kita bawa sendiri. Kalau perjalanan pendek kita tidak perlu bawa alat masak seperti kompor dan kawan-kawan. Namun kalau perjalanan panjang 2-3 hari atau lebih, alangkah baiknya kalau kita bawa alat masak. Agar kita bisa memasak dan meramu makanan sesuai selera kita.Perelengkapan lain yang wajib kita bawa adalah alat komunikasi seperti walkie talkie, hp gsm atau hp satellite, kemudian bawa GPS dan peta. Alat ini berguna bila terjadi keadaan darurat kita tetap bisa berhubungan dengan orang lain, menginformasikan kondisi dan keberadaan kita.Namun, banyaknya barang yang kita bawa dalam ransel mengakibatkan konsekuensi lain, ransel berat dan akan membebani pendakian kita. Jadi bawalah ransel dengan isinya sesuai kemampuan kita.
Ransel yang berat tidak hanya akan membebani kita, membuat gerak kita lambat dan membuat tenaga kita cepat terkuras. Akibatnya kita akan lemas, banyak keringat keluar dan bisa mengakibatkan dehidrasi. Bagilah barang bawaan dengan rekan seperjalanan kita, agar berat bisa dibagi. Kalau kita bawa tenda, biar teman lain bawa alat masak.Kita bisa menyeleksi ulang barang bawaan kita, meninggalkan atau mengurangi jumlah barang yang dirasa tidak penting seperti mengurangi pakaian cadangan, karena kita tidak akan sering berganti pakaian di gunung. Pakaian cadangan biasanya di gunakan bila pakaian kita basah. Jadi kalau hanya mendaki 2-3 hari, bawalah satu set pakaina cadangan yang terdiri, 1 kaos, satu celana panjang/pendek, 3 celana dalam.
Kemudian kita tidak banyak membawa makanan dan minuman kaleng. Bawalah makanan yang dibungkus dalam kemasan plastik atau kertas.Taruh pelengkapan tidur kita, sperti sleeping bag, matras di bagian bawah ransel, karena peralatan tersebut paling akhir kita pakai. Kemudian taruh diatasnya peralatan masak, bahan makanan, dan yang paling atas adalah minuman dan makanan kecil agar mudah kita raih dan makan.
Kemudian letakan di bagian atas ransel raincoat agar ketika hujan mudah kita kenakan. Dan juga sweater dan satu potong pakaian kering. Ketika kita istirahat untuk makan siang, kita bisa mengganti pakaian basah dengan pakain kering, kemudian kita pake sweater agar badan kita tetap hangat.
Ketika mendaki gunung pakailah sepatu, bagus lagi kalau sepatu khusus untuk mendaki gunung atau hiking. Yang didisain melindungi kaki maksimal dengan telapak atau sol yang mampu menapak lebih baik di tanah.Sepatu juga melindungi kaki dari cedera karena terkilir atau dari benda tajam. Memakai sandal gunung atau sandal jepit sangat beresiko, kaki tidak terlindung dari batu dan kayu tajam, licin dan tidak nyaman di telapak kaki.
Kadang kita meremehkan sarapan pagi, karena malas atau ingin cepat2 jalan, kadang kita memasak makanan pagi seadanya, cukup mie instant atau makan beberapa potong biskuit saja.Justru pagilah kita harus makan besar, nasi dengan segala lauk pauknya jejalkan ke perut. Karena pagi disaat kita mulai melakukan pendakian kita butuh tenaga atau energi yang semuanya diperoleh dari karbohidrat (nasi, havermut, kentang, mie). Kalau makan seadanya, maka badan akan lemas dan kita tidak cukup kuat untuk mendaki. Makan besar kita buat lagi ketika makan siang, untuk menggantikan energi yang habis terbakar selama pendakian setengah hari.
Selama pendakian, menemani langkah demi langkah, bagus kalau sambil nyemil…. daripada ngelamun jorok…. cemilan bisa berupa permen, biskuit, pisang, dodol, gula merah, kacang-kacangan, coklat dan sebagainya. Makanan kecil ini mampu menambah energi, semangat dan membuat selalu ceria….kalau bisa.
Bila malam tiba, maka waktu memasak lebih leluasa, kita bisa berkreasi untuk memasak makan malam. Namun utamakan memasak makanan yang mengandung protein seperti ikan, ayam, telur ….protein ini dibutuhkan untuk mengganti sel-sel yang rusak akibat aktifitas pendakian seharian.
Malam hari kita tidak butuh tenaga besar, karena selesai masak kita akan tidur, kecuali kalau memang mau ronda di gunung. Karena tidak butuh tenaga, maka kurangi makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi, kentang dan lain-lainya. Karbohidrat yang tidak dibakar karena gerak tubuh hanya akan menjadi lemak. Kecuali memang kita memang punya perut melayu, belum makan, kalau tidak makan nasi, maka silahkan saja makan nasi sampai gembul.Berjalanlah perlahan dengan langkah pendek ketika menyusuri trek yang menanjak. Lebih baik jalan perlahan, lama, sedikit istirahat dengan jarak tempuh panjang/jauh. Daripada jalan cepat, jarak pendek dan berulangkali beristirahat. Berjalan perlahan, berguna untuk membiasakan otot dan jantung bekerja dengan stabil dan tidak mengagetkan. Kalau kita masih bisa ngobrol dengan temen seperjalanan kita, berarti kita berjalan perlahan dan nafas tidak memburu. Berjalan cepat, bisa mengakibatkan otot jantung kaget dan otot kaki atau perut bisa kram.
Pilihlah jalan yang datar, lebih baik jalan memutar sedikit daripada memilih trek terjal mendaki. Selain lebih aman, juga tidak membuat kaget dan lelah otot kaki.
Pilih pijakan kaki yang tidak tinggi untuk mencapai ketinggian. Memilih pijakan tinggi apalagi dengan menggunakan tangan untuk menarik badan kita memang akan cepat mencapai ketinggian, namun percayalah cara ini akan membuat tenaga anda cepat terkuras dan cepat lelah.
Tidak masalah kalau anda mempunyai fisik prima dan sering berlatih, tenaga akan cepat pulih. Namun bagi yang tidak mempunyai fisik prima, akan lemas, tidak bertenaga, lama pulih dan bisa jadi pusing, mata berkunang-kunang dan kaki bisa kram.Cermat memilih pijakan di tanah, hati-hati dengan akar yang keluar dari tanah atau menyilang di tengah trek, biasanya akar licin membuat kita tergelincir ketika di injak. Akar pohon, batu berlumut atau yang labil dan mudah bergeser lebih baik dihindari, tidak usah diinjak.Perhatikan dan konsentrasi penuh ketika meniti batang pohon, gesek-gesek dahulu telapak sepatu ke batu atau kayu untuk melepaskan tanah dan lumpur yang menempel, agar telapak tidak licin. Pastikan kayu yang akan kita injak atau kita raih kuat dan tidak rapuh atau mudah patah.
Kencangkan ikatan ransel di punggung, jangan sampai ransel bergoyang kekiri atau ke kanan yang hanya akan mengurangi keseimbangan ketika kita melangkah meniti sebatang kayu. Bebaskan kedua tangan dari barang apapun, kedua tangan nantinya akan kita gunakan untuk keseimbangan.Pilih pijakan dengan benar di batang pohon, pastikan kita tidak menginjak bagian berlumut. Melangkahlah dengan tenang, tidak usah tergesa, konsentrasi penuh, perlahan namun pasti kita bergerak maju selangkah demi selangkah.Ketika memanjat dinding tanah yang terjal, pilih tumpuan dengan benar, kalau menginjak batu pastikan batu tersebut kuat dan tidak rapuh, kalau tidak ada batu, kita tendang2 tanah hingga berlobang sebagai pijakan.Untuk pegangan hati-hati bila menggapai batang pohon, pastikan kuat dan tidak mudah tercabut akarnya, jangan pegang tumbuhan berduri. Jangan pegang batang pohon mati, karena sebesar apapun kemungkinan besar rapuh dan mudah patah. Bila batang pohon atau batu tersebut dirasakan kuat, kita bisa mulai memanjat perlahan.
Pilihlah tempat mendirikan tenda yang nyaman dan aman. Jangan diatas bebatuan tajam, jangan diatas tumbuhan duri, jangan di lokasi aliran air, jangan dibawah pohon besar yang mati, jangan di badan sungai, jangan merapat dinding batu atau tanah yang rapuh.
Buatlah parit di sekeliling tenda untuk menghindari aliran air hujan masuk tenda. Kencangkan kuat-kiat semua tali tenda, agar tenda beridiri kokoh dan dinding tenda tidak menampung air hujan.
Setelah tenda berdiri kokoh dan kuat, ganti semua pakain basah dengan pakaian kering. Sekarang silahkan masak memasak, kemudian tidur nyenyak, memulihkan tenaga untuk pendakian keesokan harinya.
Sebenarnya Islam telah datang sebagai agama yang sempurna, yang tidak saja mengatur tata cara beribadah kepada Allah (hubungan dengan Sang Pencipta), namun juga mengatur hubungan dengan sesama, makhluk hidup lain, lingkungan, maupun hubungan terhadap diri sendiri.
Salah satu aturan dalam Islam yang berkenaan dengan hubungan terhadap diri sendiri adalah adab/aturan cara makan dan minum. Rasulullah shollallohu ‘alayhi wa ‘alaa aalihi wa sallam bersabda,
“Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada di dekatmu.” (HR Bukhari no. 5376 dan Muslim 2022)
Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian makan dengan tangan kiri karena syaitan itu juga makan dengan tangan kiri.” (HR Muslim no. 2019).
Sebagian besar kita mungkin sudah mengetahui dan sering mendengar tentang hadits di atas. Namun, dalam tataran implementasi, sering ane dapetin seorang muslim yang masih memakai tangan kiri ketika makan atau minum.
Berbagai dalih dan alasan mungkin bisa kita angkat sebagai pembenar tindakan tersebut (makan/minum dengan tangan kiri). Namun pernahkah kita mencoba mencari dalih atau alasan untuk membenarkan cara makan/minum kita supaya sesuai dengan ajaran (aturan) Islam ?
Di sini ane sekedar mau share seputar trik menyiasati cara makan kita agar dapat sesuai dengan hadits di atas.
Berikut beberapa alasan kita makan/minum menggunakan tangan kiri:
1. Makan dengan tangan kanan (tanpa alat makan), sementara minum dengan tangan kiri. Alasan : tangan kanan kotor dengan bekas/sisa2 makanan, makanya memegang gelas untuk minum memakai tangan kiri.
2. Makan dengan sendok dan garpu, di mana garpu di tangan kiri dan terkadang dipakai untuk memasukkan lauk (misal: daging/sayur, wortel, dll) ke mulut.
3. Makan steak atau puding (pisau di tangan kanan, garpu di tangan kiri).
4. Makan gorengan (ngemil) dengan tangan kanan, sementara memegang dan memakan cabe (sebagai pasangan gorengan) dengan tangan kiri.
5. Minum di gelas yang memakai sedotan, dan memegang sedotan dengan tangan kiri.
6. Kidal.
7. Tangan kanan sakit/buntung
Intinya, selama kita memiliki kemauan dan sedikit 'memaksa' diri, sesuatu yang tadinya sulit dan merepotkan akan menjadi mudah dan terbiasa
Kejadian - Kejadian Aneh Dan Misterius Seputar Perang Gaza. Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “potongan” itu “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.
Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel tidak mampu
Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.
Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka”mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.
Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.
Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.
Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.
Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas. Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.
contohnya :
Pasukan "Berseragam Putih" di Gaza
Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.
Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.
Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.
Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.
Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”
Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”
Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?” Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.
SuaraTak Bersumber
Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).
Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.
“Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.
Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.
Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.
“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.
Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang “ajaib” terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.
Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan, “Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”
Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.
Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. “Kenapa kalian menangis?” tanyanya.
“Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya
Saksi Serdadu Israel
Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa.
Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Chan*nel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.
“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.
Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.
Masih dari Channel 10, seorang Lentara Israel lainnya mengatakan, “Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”
Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu?
Mugello - Pupus sudah impian Valentino Rossi mempertahankan gelar juara dunia MotoGP-nya. Pembalap Fiat Yamaha itu harus beristirahat setidaknya selama lima bulan untuk memulihkan cedera patah kaki kanannya.
Rossi yang mengalami kecelakaan saat mengikuti free practice sesi II GP MotoGP Italia, Sabtu (5/6/2010) malam WIB, harus dioperasi pada bagian tulang fibianya yang patah. Awalnya diprediksi Rossi hanya absen sekitar 2-3 bulan.
Namun dalam perkembangannya keadaan Rossi lebih buruk dan usai melakukan pembedahan dinyatakan secara resmi pria asal Italia berusia 31 tahun itu harus menepi dari sirkuit balap selam lima bulan.
"Operasi berjalan sangat sukses. Waktu pemulihannya sekitar empat sampai lima bulan," tegas dokter yang mengoperasinya, Roberto Buzzi, seperti dilansir Reuters.
Dengan demikian bisa diartikan peluang Rossi untuk menjadi juara musim ini sangat tipis atau boleh dikatakan sudah habis. Dasarnya adalah MotoGP 2010 menyelesaikan musimnya pada 7 November pada seri Valencia.
Jika Rossi sembuh dalam waktu empat bulan atau lebih cepat, ia baru bisa turun membalap pada bulan Oktober di mana balapan sudah memasuki seri ke-14 atau tinggal tersisa empat. Hanya keajaiban yang bisa membuat Rossi ada di puncak klasemen saat musim berakhir.
Dari tiga seri yang sudah dijalaninya, Rossi berada di urutan ke-2 dengan 61 poin. So, Rossi sudah bisa bilang Arivederci alias selamat tinggal pada musim 2010 bukan?
Tonggeret "Daun-Layu" di bawah ini adalah makhluk yang menarik, dan evolusi seleksi alam telah diberkahi dengan kemampuan untuk meniru daun yang layu untuk mengecoh pandangan pemangsa.
Rumah itu tanpa nomor, nama jalan, dan nomor blok. Namun penghuninya tak pernah nyasar dan menemukan rumahnya dengan tepat. Dan, jangan coba-coba berulah di kampung ini, karena penghuninya tak segan untuk menyalak bersama.
Inilah pemandangan di kampung anjing yang didirikan organisasi nirlaba So Ama, atau "Hanya Cinta". Kampung ini menjadi rumah bagi 1.600 anjing liar yang selama ini berkeliaran di jalanan kota itu. Sekilas, barisan seribuan rumah anjing itu mirip rumah-rumah kumuh dalam setting film sohor City of God yang menyabet empat Oscar itu.
"Kami mulai dengan kenaifan ingin mengubah dunia, dan tanpa diduga, proyek ini semakin besar," kata Natasha Oselame, kepala pemasaran untuk organisasi ini. Ia mengaku, kampung anjing itu masih jauh dari sempurna. Dia menyesalkan bahwa anjing - bersama dengan sekitar 200 kucing - harus hidup dalam kondisi tak begitu layak.
Oselame mengatakan biaya, termasuk biaya dokter hewan dan 13 ton makanan hewan bulan, jauh lebih besar dari sumbangan dan sekitar 14 ribu dolar AS yang ia terima setiap bulan dari pemerintah kota. Menurutnya, jika donatur makin seret, maka anjing-anjing itu terancam kembali ke jalanan dan mengais makan di tong sampah.
Sementara perawatan encopresis efektif menggabungkan medis dan perilaku komponen ada, bisa ada hambatan untuk pengiriman pengobatan.These barriers include lack of professionals trained in both the medical and behavioral elements of encopresis treatment, geographic location of specialty providers, the amount of time and costs spent in delivering treatment (this includes doctor fees, transportation, and time away from both work and school), and the distress involved for children and parents to engage in treatment. Hambatan ini meliputi kurangnya profesional terlatih baik dalam unsur-unsur medis dan perilaku pengobatan encopresis, lokasi geografis dari penyedia khusus, jumlah waktu dan biaya yang dikeluarkan dalam memberikan perawatan (termasuk biaya dokter, transportasi, dan waktu dari kedua kerja dan sekolah ), dan penderitaan yang terlibat untuk anak-anak dan orang tua untuk terlibat dalam perawatan.(eg, embarrassment, child's fear of treatment) . (Misalnya, rasa malu, rasa takut anak pengobatan) . One potential method to help overcome some of these barriers is the use of “Internet interventions.” Internet-delivered interventions are typically behavioral-based treatments that have been designed for delivery over the Internet. Salah satu metode yang potensial untuk membantu mengatasi beberapa hambatan ini adalah penggunaan "intervensi Internet" intervensi-disampaikan internet biasanya perawatan berbasis perilaku yang telah dirancang untuk pengiriman melalui Internet..They are often self-guided and highly structured, and are usually based on effective face-to-face treatments . Mereka sering diri dibimbing dan sangat terstruktur, dan biasanya didasarkan pada perawatan tatap muka efektif .There is a relatively small, but growing, scientific research literature focused on pediatric disorders using the Internet, and an Internet intervention for encopresis has been developed. Ada yang relatif kecil, tetapi tumbuh, literatur ilmiah penelitian difokuskan pada gangguan pediatrik menggunakan Internet,dan intervensi Internet untuk encopresis telah dikembangkan.Clinical trial data shows that an Internet intervention designed to treat encopresis can help reduce fecal accidents . Data percobaan klinis menunjukkan bahwa intervensi Internet dirancang untuk mengobati encopresis dapat membantu mengurangi kecelakaan fecal .Additional research is being conducted to further examine the effectiveness of Internet-delivered treatment for encopresis . Tambahan penelitian sedang dilakukan untuk lebih mengetahui efektivitas pengobatan yang diantar Internet untuk encopresis
Banyak dokter anak akan merekomendasikan pendekatan tiga cabang berikut untuk pengobatan sembelit encopresis terkait dengan: 1.cleaning out 2. membersihkan 2.using stool softening agents 3. menggunakan agen pelunakan bangku 3.scheduled sitting times, typically after meals. dijadwalkan kali duduk, biasanya setelah makan. The initial clean-out is achieved with enemas, laxatives, or both. Bersih awal-out dicapai dengan enema, obat pencahar, atau keduanya.The predominant approach today is the “top down” use of oral stool softeners like Miralax, Lactulose, mineral oil, etc. Following that, enemas and laxatives are used daily to keep the stools soft and allow the stretched bowel to return to its normal size. Pendekatan dominan hari ini adalah "top down" penggunaan pelunak tinja lisan seperti Miralax, lactulose, minyak mineral, dll Setelah itu, enema dan obat pencahar digunakan setiap hari untuk menjaga bangku lembut dan memungkinkan usus menggeliat untuk kembali ke ukuran normal . The child must be taught to use the toilet regularly to retrain his/her body. Anak harus diajarkan untuk menggunakan toilet secara teratur untuk melatih / nya tubuhnya.It is usually recommended that a child be required to sit on the toilet at a regular time each day and 'try' to go for 10-15 minutes, usually soon (or immediately) after eating. Hal ini biasanya dianjurkan bahwa seorang anak diminta untuk duduk di toilet pada waktu yang teratur setiap hari dan 'mencoba' untuk pergi selama 10-15 menit, biasanya segera (atau segera) setelah makan.Children are more likely to be able to expel a bowel movement right after eating. Anak-anak lebih mungkin untuk dapat mengusir hak buang air besar setelah makan.It is thought that creating a regular schedule of bathroom time will allow the child to achieve a proper elimination pattern. Hal ini berpikir bahwa membuat jadwal waktu mandi teratur akan memungkinkan anak untuk mencapai pola eliminasi yang tepat.Repeated voiding success on the toilet itself helps it to become a releasor stimulus for successful BMs. Mengulangi keberhasilan void di toilet sendiri membantu untuk menjadi stimulus releasor untuk AB sukses. Alternatively, when this method fails for six months or longer, a more aggressive approach may be undertaken using the “bottom up” approach of suppositories and enemas in a carefully programmed way to overcome the reflexive holding response and to allow the proper voiding reflex to take over. Atau, jika metode ini gagal selama enam bulan atau lebih, pendekatan yang lebih agresif dapat dilakukan dengan menggunakan dasar "atas" pendekatan supositoria dan enema secara hati-hati diprogram untuk mengatasi memegang respon refleksif dan memungkinkan refleks void yang tepat untuk mengambil atas.Failure to establish a normal bowel habit can result in permanent stretching of the colon. Kegagalan untuk membentuk suatu kebiasaan buang air besar normal dapat menyebabkan peregangan permanen dari usus besar.Certainly, allowing this problem to continue for years with constant assurances that the child "will grow out of it" should be avoided. Tentu saja, sehingga masalah ini terus selama bertahun-tahun dengan jaminan konstan bahwa anak "akan tumbuh dari itu" harus dihindari. Dietary changes are an important management element. perubahan diet adalah elemen manajemen penting.Recommended changes to the diet in the case of constipation-caused encopresis include: 1. Fitur perubahan diet dalam kasus sembelit yang disebabkan encopresis meliputi: 1.reduction in the intake of constipating foods such as dairy, peanuts, cooked carrots, and bananas; 2. pengurangan asupan sembelit makanan seperti susu, kacang tanah, wortel dimasak, dan pisang; 2.increase in high-fiber foods such as bran, whole wheat products, fruits, and vegetables; 3. peningkatan makanan tinggi serat seperti dedak, produk gandum, buah-buahan, dan sayuran, 3.higher intake of water and liquids, such as juices, although an increased risk of diabetes and/or tooth decay has been attributed to excess intake of sweetened juices; 4. tinggi asupan air dan cairan, seperti jus, meskipun peningkatan risiko diabetes dan / atau kerusakan gigi telah dikaitkan dengan kelebihan asupan jus manis; 4.limit drinks with caffeine, such as cola drinks and tea; 5. membatasi minuman dengan kafein, seperti minuman cola dan teh; 5.provide well-balanced meals and snacks, and limit fast foods/junk foods that are high in fats and sugars; 6. menyediakan makanan seimbang dan makanan ringan, dan membatasi makanan cepat junk food / yang tinggi lemak dan gula; 6.limit whole milk to 16 ounces a day for the child over 2 years of age, but do not completely eliminate milk because children need calcium for bone growth and strength. seluruh batas sampai 16 ons susu sehari untuk anak lebih dari 2 tahun, namun tidak sepenuhnya menghilangkan susu karena anak-anak membutuhkan kalsium untuk pertumbuhan tulang dan kekuatan. The emotional ramifications of dealing with such an aversive waste product are often very intense and result in much anger and recriminations within the family unit. Konsekuensi emosional berurusan dengan produk limbah permusuhan seringkali sangat intens dan mengakibatkan banyak kemarahan dan saling tuduh di dalam unit keluarga.There are even periodic newspapers accounts of angry parents abusing and even killing these children. Bahkan ada surat kabar berkala rekening orang tua marah menyiksa dan bahkan membunuh anak-anak.Emotional complications are most often a product of the disorder itself rather than causal in nature. komplikasi emosional yang paling sering merupakan produk dari kekacauan itu sendiri bukan kausal di alam.Professional help should be sought if these emotional effects obstruct effective treatment. Profesional membantu harus diusahakan jika efek-efek emosional menghalangi pengobatan yang efektif.
The (psikiatri DSM-IV ) kriteria diagnostik untuk encopresis adalah:
Repeated passage of feces into inappropriate places (eg, clothing or floor) whether voluntary or unintentional Pengulangan bagian dari kotoran ke tempat yang tidak patut (misalnya, pakaian atau lantai) apakah sukarela atau tidak disengaja
At least one such event a month for at least 3 months Setidaknya satu peristiwa seperti bulan selama 3 bulan
Chronological age of at least 4 years (or equivalent developmental level) Kronologis usia minimal 4 tahun (atau setara dengan tingkat perkembangan)
The behavior is not exclusively due to a physiological effect of a substance (eg, laxatives) or a general medical condition, except through a mechanism involving constipation. Perilaku tersebut tidak semata-mata karena efek fisiologis dari suatu zat (misalnya, obat pencahar) atau kondisi medis umum, kecuali melalui mekanisme yang melibatkan sembelit.
The DSM-IV recognizes two subtypes with constipation and overflow incontinence, and without constipation and overflow incontinence. The DSM-IV mengenali dua subtipe dengan sembelit dan inkontinensia overflow, dan tanpa sembelit dan inkontinensia overflow.In the subtype with constipation, the feces are usually poorly formed and leakage is continuous, and occurs both during sleep and waking hours. Dalam subtipe dengan sembelit, kotoran biasanya buruk terbentuk dan kebocoran kontinu, dan terjadi baik pada saat tidur dan jam bangun.In the type without constipation, the feces are usually well-formed, soiling is intermittent, and feces are usually deposited in a prominent location. Dalam tipe tanpa sembelit, kotoran biasanya well-formed, kekotoran adalah intermiten, dan kotoran biasanya disimpan di lokasi yang menonjol.This form may be associated with oppositional defiant disorder or conduct disorder , or may be the consequence of large anal insertions , or more likely due to chronic encopresis that has radically desensitized the colon and anus. Formulir ini dapat berhubungan dengan gangguan pemberontak oposisi atau melakukan gangguan , atau mungkin konsekuensi dari besar insersi dubur , atau lebih mungkin karena encopresis kronis yang secara radikal peka usus besar dan anus.