Setiap atlet pasti pernah mengalami kegagalan. Kegagalan merupakan momok yang sangat menakutkan bagi kebanyakan atlet. Seperti gagal menjadi juara, gagal mencapai hasil yang diharapkan, dll. Terpulang dari "mindset" dan cara pandang kita terhadap kegagalan, apakah kita mampu memposisikan kegagalan itu sebagai hal yang wajar dan lumrah, bahwa di setiap usaha dan perjuangan pasti ditunggu dua hal penting, yaitu : berhasil atau gagal, tidak sedikit orang yang menarik kesimpulan bahwa bila sudah mengalami kegagalan, ya gagallah untuk selamanya, hingga akhirnya dia terduduk putus asa, berhenti berjuang dan menyerah, dan orang - orang yang selalu optimis memandang kegagalan itu sebagai hal yang wajar terjadi, dan saat dia melihat orang lain berhenti berusaha karena gagal. dia tetap maju berjuang dengan keyakinan bahwa kegagalan yang dialami hanyalah ketertundaan dari keberhasilan yang sedang dia kejar.
Kegagalan menjadi guru terbaik dalam upaya membenahi diri agar terdata berbagai poin - poin penting mana yang perlu diperbaiki, dan mana yang tidak boleh terulang lagi, demi makin lancarnya perjalanan menuju keberhasilan, introspeksi lah yg kita lakukan hingga bisa mengakui bahwa kegagalan itu sudah wajar terjadi dengan berbagai alasan dan penyebab yang kita peroleh setelah melakukan introspeksi tadi, untuk selanjutnya kita berusaha dan berjuang lagi dengan strategi yang lebih baik dari sebelumnya, bagaimanapun, dampak psikologis akibat mengalami kegagalan tergantung dari cara pandang terhadap kegagalan itu sendiri, bila memang berhenti berusaha setelah mengalami kegagalan, maka dimungkinkan dia akan traumatis seumur hidup,
sebaliknya, bagi orang - orang yang berjiwa besar, maka kegagalan akan merupakan guru terbaik sekaligus menjadi cambuk dan motor penggerak untuk mengejar cita - cita atau keberhasilan, dan bagi orang - orang yang memiliki cara pandang seperti ini, mereka menganggap bahwa kegagalan hanyalah suatu keberhasilan yang tertunda.
Dan hanya orang - orang yang selalu ber "positive thinking" yang mempu mempolapikirkan bahwa kegagalan hanyalah suatu keberhasilan yang tertunda,
" the POSITIVE THINKER sees THE INVISIBLE, feels the INTANGIBLE and ACHIEVES the IMPOSSIBLE"
Berikut ini bebarapa tips mengatasi perasaan gagal :
1. Tetapkan tindakan anda.
Dalam keadaan apapun, anda tetap bisa memilih tindakan. Saat gagal anda bisa memilih untuk ambruk, berteriak atau mengubah kebiasaan lama dan mencari jalan untuk mengatasi masalah yang tengah anda hadapi.
2. Bersikap lebih fleksibel.
Kehidupan tidak selalu seperti yang diharapkan. Apabila anda dapat menyesuaikan diri dengan situasi, maka ketegangan anda akan berkurang.
3. Kembangkan tindakan yang kreatif.
Tanyakan pada diri sendiri "kesempatan apa bagi saya di sini?. Jalan yang mana yang akan terbuka bagi saya?"
4. Evaluasi setiap situasi.
Pikirkan segala tindakan sebelum bertindak, agar bisa didapatkan pemecahan masalah yang terbaik. Evaluasilah mengenai usahamu selama ini, apa yang perlu dirubah.
6. Lihat sisi positif.
Kegagalan memang merupakan pengalaman yang menyakitkan. Tetapi daripada memikirkan kerugian yang anda alami, lebih baik fokuskan pada apa yang telah anda pelajari.
7. Bertanggung jawab.
Jangan salahkan orang lain jika gagal, tapi perhatikan baik-baik masalahnya dan cobalah memahaminya. Tanyakan pada diri anda bagaimana cara mengatasinya?.
8. Jaga keseimbangan.
Kegagalan dapat mempengaruhi kita secara emosional, yang berdampak terhadap tindakan kita. Karena itu, sebelum dihadang kegagalan, mulailah berlatih untuk saling membantu dengan teman.
9. Pelihara selera humor.
Humor dan tertawa memang tidak segera memecahkan masalah, tetapi akan membantu kita melihat masalah secara perspektif. Hal itu bagaikan cahaya dalam kegelapan.
Sabtu, 05 Juni 2010
(Info) Tips naik gunung
Buat agan2 adventurer senior mungkin udah apal sama apa yang bakal ane utarain, tapi ane coba maparin ke junior-junior kita yang mungkin bingung persiapan apa aja yang harus mereka bawa pas naik dan apa aja persiapannya.
Semakin lengkap perbekalan dan peralatan mendaki gunung yang kita bawa dalam ransel semakin baik. Artinya kita akan nyaman dan aman selama mendaki gunung. Tidak akan kekurangan makanan dan minuman, hangatnya tidur dalam sleeping bag, nyenyak bobo dalam tenda terhindar dari hujan lebat atau dingin yang menusuk tulang.Perlengkapan yang harus dibawa bisa kita urutkan dari atas kepala seperti topi atau balaklava untuk menghangatkan kepala, kemudian kaca mata gelap menahan sinar matahari terik yg menyilaukan, syal untuk menahan dingin pada bagian leher, untuk bagian badan kita bawa kaos, sweeter, raincoat/jacket dan jam, sedangkan bagian pinggul kebawah, celana panjang/pendek, celana dalam dan bagian kaki kaos kaki, sepatu dan sandal.
Di gunung udara sangat dingin, semakin malam semakin dingin terlebih lagi bila angin berhembus kencang. Biasanya tenda yang kita bawa tidak cukup melindungi dan menahan angin pegunungan yang dingin. Makanya sleeping bag diperlukan agar kita bisa tidur dengan hangat dan istirahat dengan nyaman. Karena badan kita bisa istirahat dan kembali fit keesokan harinya. Jangan bawa selimut tebal yang hanya akan memberatkan ransel dan menghabiskan ruang di ransel.
maka segala kebutuhan makan dan minum harus kita bawa sendiri. Kalau perjalanan pendek kita tidak perlu bawa alat masak seperti kompor dan kawan-kawan. Namun kalau perjalanan panjang 2-3 hari atau lebih, alangkah baiknya kalau kita bawa alat masak. Agar kita bisa memasak dan meramu makanan sesuai selera kita.Perelengkapan lain yang wajib kita bawa adalah alat komunikasi seperti walkie talkie, hp gsm atau hp satellite, kemudian bawa GPS dan peta. Alat ini berguna bila terjadi keadaan darurat kita tetap bisa berhubungan dengan orang lain, menginformasikan kondisi dan keberadaan kita.Namun, banyaknya barang yang kita bawa dalam ransel mengakibatkan konsekuensi lain, ransel berat dan akan membebani pendakian kita. Jadi bawalah ransel dengan isinya sesuai kemampuan kita.
Ransel yang berat tidak hanya akan membebani kita, membuat gerak kita lambat dan membuat tenaga kita cepat terkuras. Akibatnya kita akan lemas, banyak keringat keluar dan bisa mengakibatkan dehidrasi. Bagilah barang bawaan dengan rekan seperjalanan kita, agar berat bisa dibagi. Kalau kita bawa tenda, biar teman lain bawa alat masak.Kita bisa menyeleksi ulang barang bawaan kita, meninggalkan atau mengurangi jumlah barang yang dirasa tidak penting seperti mengurangi pakaian cadangan, karena kita tidak akan sering berganti pakaian di gunung. Pakaian cadangan biasanya di gunakan bila pakaian kita basah. Jadi kalau hanya mendaki 2-3 hari, bawalah satu set pakaina cadangan yang terdiri, 1 kaos, satu celana panjang/pendek, 3 celana dalam.
Kemudian kita tidak banyak membawa makanan dan minuman kaleng. Bawalah makanan yang dibungkus dalam kemasan plastik atau kertas.Taruh pelengkapan tidur kita, sperti sleeping bag, matras di bagian bawah ransel, karena peralatan tersebut paling akhir kita pakai. Kemudian taruh diatasnya peralatan masak, bahan makanan, dan yang paling atas adalah minuman dan makanan kecil agar mudah kita raih dan makan.
Kemudian letakan di bagian atas ransel raincoat agar ketika hujan mudah kita kenakan. Dan juga sweater dan satu potong pakaian kering. Ketika kita istirahat untuk makan siang, kita bisa mengganti pakaian basah dengan pakain kering, kemudian kita pake sweater agar badan kita tetap hangat.
Ketika mendaki gunung pakailah sepatu, bagus lagi kalau sepatu khusus untuk mendaki gunung atau hiking. Yang didisain melindungi kaki maksimal dengan telapak atau sol yang mampu menapak lebih baik di tanah.Sepatu juga melindungi kaki dari cedera karena terkilir atau dari benda tajam. Memakai sandal gunung atau sandal jepit sangat beresiko, kaki tidak terlindung dari batu dan kayu tajam, licin dan tidak nyaman di telapak kaki.
Kadang kita meremehkan sarapan pagi, karena malas atau ingin cepat2 jalan, kadang kita memasak makanan pagi seadanya, cukup mie instant atau makan beberapa potong biskuit saja.Justru pagilah kita harus makan besar, nasi dengan segala lauk pauknya jejalkan ke perut. Karena pagi disaat kita mulai melakukan pendakian kita butuh tenaga atau energi yang semuanya diperoleh dari karbohidrat (nasi, havermut, kentang, mie). Kalau makan seadanya, maka badan akan lemas dan kita tidak cukup kuat untuk mendaki. Makan besar kita buat lagi ketika makan siang, untuk menggantikan energi yang habis terbakar selama pendakian setengah hari.
Selama pendakian, menemani langkah demi langkah, bagus kalau sambil nyemil…. daripada ngelamun jorok…. cemilan bisa berupa permen, biskuit, pisang, dodol, gula merah, kacang-kacangan, coklat dan sebagainya. Makanan kecil ini mampu menambah energi, semangat dan membuat selalu ceria….kalau bisa.
Bila malam tiba, maka waktu memasak lebih leluasa, kita bisa berkreasi untuk memasak makan malam. Namun utamakan memasak makanan yang mengandung protein seperti ikan, ayam, telur ….protein ini dibutuhkan untuk mengganti sel-sel yang rusak akibat aktifitas pendakian seharian.
Malam hari kita tidak butuh tenaga besar, karena selesai masak kita akan tidur, kecuali kalau memang mau ronda di gunung. Karena tidak butuh tenaga, maka kurangi makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi, kentang dan lain-lainya. Karbohidrat yang tidak dibakar karena gerak tubuh hanya akan menjadi lemak. Kecuali memang kita memang punya perut melayu, belum makan, kalau tidak makan nasi, maka silahkan saja makan nasi sampai gembul.Berjalanlah perlahan dengan langkah pendek ketika menyusuri trek yang menanjak. Lebih baik jalan perlahan, lama, sedikit istirahat dengan jarak tempuh panjang/jauh. Daripada jalan cepat, jarak pendek dan berulangkali beristirahat. Berjalan perlahan, berguna untuk membiasakan otot dan jantung bekerja dengan stabil dan tidak mengagetkan. Kalau kita masih bisa ngobrol dengan temen seperjalanan kita, berarti kita berjalan perlahan dan nafas tidak memburu. Berjalan cepat, bisa mengakibatkan otot jantung kaget dan otot kaki atau perut bisa kram.
Pilihlah jalan yang datar, lebih baik jalan memutar sedikit daripada memilih trek terjal mendaki. Selain lebih aman, juga tidak membuat kaget dan lelah otot kaki.
Pilih pijakan kaki yang tidak tinggi untuk mencapai ketinggian. Memilih pijakan tinggi apalagi dengan menggunakan tangan untuk menarik badan kita memang akan cepat mencapai ketinggian, namun percayalah cara ini akan membuat tenaga anda cepat terkuras dan cepat lelah.
Tidak masalah kalau anda mempunyai fisik prima dan sering berlatih, tenaga akan cepat pulih. Namun bagi yang tidak mempunyai fisik prima, akan lemas, tidak bertenaga, lama pulih dan bisa jadi pusing, mata berkunang-kunang dan kaki bisa kram.Cermat memilih pijakan di tanah, hati-hati dengan akar yang keluar dari tanah atau menyilang di tengah trek, biasanya akar licin membuat kita tergelincir ketika di injak. Akar pohon, batu berlumut atau yang labil dan mudah bergeser lebih baik dihindari, tidak usah diinjak.Perhatikan dan konsentrasi penuh ketika meniti batang pohon, gesek-gesek dahulu telapak sepatu ke batu atau kayu untuk melepaskan tanah dan lumpur yang menempel, agar telapak tidak licin. Pastikan kayu yang akan kita injak atau kita raih kuat dan tidak rapuh atau mudah patah.
Kencangkan ikatan ransel di punggung, jangan sampai ransel bergoyang kekiri atau ke kanan yang hanya akan mengurangi keseimbangan ketika kita melangkah meniti sebatang kayu. Bebaskan kedua tangan dari barang apapun, kedua tangan nantinya akan kita gunakan untuk keseimbangan.Pilih pijakan dengan benar di batang pohon, pastikan kita tidak menginjak bagian berlumut. Melangkahlah dengan tenang, tidak usah tergesa, konsentrasi penuh, perlahan namun pasti kita bergerak maju selangkah demi selangkah.Ketika memanjat dinding tanah yang terjal, pilih tumpuan dengan benar, kalau menginjak batu pastikan batu tersebut kuat dan tidak rapuh, kalau tidak ada batu, kita tendang2 tanah hingga berlobang sebagai pijakan.Untuk pegangan hati-hati bila menggapai batang pohon, pastikan kuat dan tidak mudah tercabut akarnya, jangan pegang tumbuhan berduri. Jangan pegang batang pohon mati, karena sebesar apapun kemungkinan besar rapuh dan mudah patah. Bila batang pohon atau batu tersebut dirasakan kuat, kita bisa mulai memanjat perlahan.
Pilihlah tempat mendirikan tenda yang nyaman dan aman. Jangan diatas bebatuan tajam, jangan diatas tumbuhan duri, jangan di lokasi aliran air, jangan dibawah pohon besar yang mati, jangan di badan sungai, jangan merapat dinding batu atau tanah yang rapuh.
Buatlah parit di sekeliling tenda untuk menghindari aliran air hujan masuk tenda. Kencangkan kuat-kiat semua tali tenda, agar tenda beridiri kokoh dan dinding tenda tidak menampung air hujan.
Setelah tenda berdiri kokoh dan kuat, ganti semua pakain basah dengan pakaian kering. Sekarang silahkan masak memasak, kemudian tidur nyenyak, memulihkan tenaga untuk pendakian keesokan harinya.
Sumber : Kaskus.Us
Semakin lengkap perbekalan dan peralatan mendaki gunung yang kita bawa dalam ransel semakin baik. Artinya kita akan nyaman dan aman selama mendaki gunung. Tidak akan kekurangan makanan dan minuman, hangatnya tidur dalam sleeping bag, nyenyak bobo dalam tenda terhindar dari hujan lebat atau dingin yang menusuk tulang.Perlengkapan yang harus dibawa bisa kita urutkan dari atas kepala seperti topi atau balaklava untuk menghangatkan kepala, kemudian kaca mata gelap menahan sinar matahari terik yg menyilaukan, syal untuk menahan dingin pada bagian leher, untuk bagian badan kita bawa kaos, sweeter, raincoat/jacket dan jam, sedangkan bagian pinggul kebawah, celana panjang/pendek, celana dalam dan bagian kaki kaos kaki, sepatu dan sandal.
Di gunung udara sangat dingin, semakin malam semakin dingin terlebih lagi bila angin berhembus kencang. Biasanya tenda yang kita bawa tidak cukup melindungi dan menahan angin pegunungan yang dingin. Makanya sleeping bag diperlukan agar kita bisa tidur dengan hangat dan istirahat dengan nyaman. Karena badan kita bisa istirahat dan kembali fit keesokan harinya. Jangan bawa selimut tebal yang hanya akan memberatkan ransel dan menghabiskan ruang di ransel.
maka segala kebutuhan makan dan minum harus kita bawa sendiri. Kalau perjalanan pendek kita tidak perlu bawa alat masak seperti kompor dan kawan-kawan. Namun kalau perjalanan panjang 2-3 hari atau lebih, alangkah baiknya kalau kita bawa alat masak. Agar kita bisa memasak dan meramu makanan sesuai selera kita.Perelengkapan lain yang wajib kita bawa adalah alat komunikasi seperti walkie talkie, hp gsm atau hp satellite, kemudian bawa GPS dan peta. Alat ini berguna bila terjadi keadaan darurat kita tetap bisa berhubungan dengan orang lain, menginformasikan kondisi dan keberadaan kita.Namun, banyaknya barang yang kita bawa dalam ransel mengakibatkan konsekuensi lain, ransel berat dan akan membebani pendakian kita. Jadi bawalah ransel dengan isinya sesuai kemampuan kita.
Ransel yang berat tidak hanya akan membebani kita, membuat gerak kita lambat dan membuat tenaga kita cepat terkuras. Akibatnya kita akan lemas, banyak keringat keluar dan bisa mengakibatkan dehidrasi. Bagilah barang bawaan dengan rekan seperjalanan kita, agar berat bisa dibagi. Kalau kita bawa tenda, biar teman lain bawa alat masak.Kita bisa menyeleksi ulang barang bawaan kita, meninggalkan atau mengurangi jumlah barang yang dirasa tidak penting seperti mengurangi pakaian cadangan, karena kita tidak akan sering berganti pakaian di gunung. Pakaian cadangan biasanya di gunakan bila pakaian kita basah. Jadi kalau hanya mendaki 2-3 hari, bawalah satu set pakaina cadangan yang terdiri, 1 kaos, satu celana panjang/pendek, 3 celana dalam.
Kemudian kita tidak banyak membawa makanan dan minuman kaleng. Bawalah makanan yang dibungkus dalam kemasan plastik atau kertas.Taruh pelengkapan tidur kita, sperti sleeping bag, matras di bagian bawah ransel, karena peralatan tersebut paling akhir kita pakai. Kemudian taruh diatasnya peralatan masak, bahan makanan, dan yang paling atas adalah minuman dan makanan kecil agar mudah kita raih dan makan.
Kemudian letakan di bagian atas ransel raincoat agar ketika hujan mudah kita kenakan. Dan juga sweater dan satu potong pakaian kering. Ketika kita istirahat untuk makan siang, kita bisa mengganti pakaian basah dengan pakain kering, kemudian kita pake sweater agar badan kita tetap hangat.
Ketika mendaki gunung pakailah sepatu, bagus lagi kalau sepatu khusus untuk mendaki gunung atau hiking. Yang didisain melindungi kaki maksimal dengan telapak atau sol yang mampu menapak lebih baik di tanah.Sepatu juga melindungi kaki dari cedera karena terkilir atau dari benda tajam. Memakai sandal gunung atau sandal jepit sangat beresiko, kaki tidak terlindung dari batu dan kayu tajam, licin dan tidak nyaman di telapak kaki.
Kadang kita meremehkan sarapan pagi, karena malas atau ingin cepat2 jalan, kadang kita memasak makanan pagi seadanya, cukup mie instant atau makan beberapa potong biskuit saja.Justru pagilah kita harus makan besar, nasi dengan segala lauk pauknya jejalkan ke perut. Karena pagi disaat kita mulai melakukan pendakian kita butuh tenaga atau energi yang semuanya diperoleh dari karbohidrat (nasi, havermut, kentang, mie). Kalau makan seadanya, maka badan akan lemas dan kita tidak cukup kuat untuk mendaki. Makan besar kita buat lagi ketika makan siang, untuk menggantikan energi yang habis terbakar selama pendakian setengah hari.
Selama pendakian, menemani langkah demi langkah, bagus kalau sambil nyemil…. daripada ngelamun jorok…. cemilan bisa berupa permen, biskuit, pisang, dodol, gula merah, kacang-kacangan, coklat dan sebagainya. Makanan kecil ini mampu menambah energi, semangat dan membuat selalu ceria….kalau bisa.
Bila malam tiba, maka waktu memasak lebih leluasa, kita bisa berkreasi untuk memasak makan malam. Namun utamakan memasak makanan yang mengandung protein seperti ikan, ayam, telur ….protein ini dibutuhkan untuk mengganti sel-sel yang rusak akibat aktifitas pendakian seharian.
Malam hari kita tidak butuh tenaga besar, karena selesai masak kita akan tidur, kecuali kalau memang mau ronda di gunung. Karena tidak butuh tenaga, maka kurangi makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi, kentang dan lain-lainya. Karbohidrat yang tidak dibakar karena gerak tubuh hanya akan menjadi lemak. Kecuali memang kita memang punya perut melayu, belum makan, kalau tidak makan nasi, maka silahkan saja makan nasi sampai gembul.Berjalanlah perlahan dengan langkah pendek ketika menyusuri trek yang menanjak. Lebih baik jalan perlahan, lama, sedikit istirahat dengan jarak tempuh panjang/jauh. Daripada jalan cepat, jarak pendek dan berulangkali beristirahat. Berjalan perlahan, berguna untuk membiasakan otot dan jantung bekerja dengan stabil dan tidak mengagetkan. Kalau kita masih bisa ngobrol dengan temen seperjalanan kita, berarti kita berjalan perlahan dan nafas tidak memburu. Berjalan cepat, bisa mengakibatkan otot jantung kaget dan otot kaki atau perut bisa kram.
Pilihlah jalan yang datar, lebih baik jalan memutar sedikit daripada memilih trek terjal mendaki. Selain lebih aman, juga tidak membuat kaget dan lelah otot kaki.
Pilih pijakan kaki yang tidak tinggi untuk mencapai ketinggian. Memilih pijakan tinggi apalagi dengan menggunakan tangan untuk menarik badan kita memang akan cepat mencapai ketinggian, namun percayalah cara ini akan membuat tenaga anda cepat terkuras dan cepat lelah.
Tidak masalah kalau anda mempunyai fisik prima dan sering berlatih, tenaga akan cepat pulih. Namun bagi yang tidak mempunyai fisik prima, akan lemas, tidak bertenaga, lama pulih dan bisa jadi pusing, mata berkunang-kunang dan kaki bisa kram.Cermat memilih pijakan di tanah, hati-hati dengan akar yang keluar dari tanah atau menyilang di tengah trek, biasanya akar licin membuat kita tergelincir ketika di injak. Akar pohon, batu berlumut atau yang labil dan mudah bergeser lebih baik dihindari, tidak usah diinjak.Perhatikan dan konsentrasi penuh ketika meniti batang pohon, gesek-gesek dahulu telapak sepatu ke batu atau kayu untuk melepaskan tanah dan lumpur yang menempel, agar telapak tidak licin. Pastikan kayu yang akan kita injak atau kita raih kuat dan tidak rapuh atau mudah patah.
Kencangkan ikatan ransel di punggung, jangan sampai ransel bergoyang kekiri atau ke kanan yang hanya akan mengurangi keseimbangan ketika kita melangkah meniti sebatang kayu. Bebaskan kedua tangan dari barang apapun, kedua tangan nantinya akan kita gunakan untuk keseimbangan.Pilih pijakan dengan benar di batang pohon, pastikan kita tidak menginjak bagian berlumut. Melangkahlah dengan tenang, tidak usah tergesa, konsentrasi penuh, perlahan namun pasti kita bergerak maju selangkah demi selangkah.Ketika memanjat dinding tanah yang terjal, pilih tumpuan dengan benar, kalau menginjak batu pastikan batu tersebut kuat dan tidak rapuh, kalau tidak ada batu, kita tendang2 tanah hingga berlobang sebagai pijakan.Untuk pegangan hati-hati bila menggapai batang pohon, pastikan kuat dan tidak mudah tercabut akarnya, jangan pegang tumbuhan berduri. Jangan pegang batang pohon mati, karena sebesar apapun kemungkinan besar rapuh dan mudah patah. Bila batang pohon atau batu tersebut dirasakan kuat, kita bisa mulai memanjat perlahan.
Pilihlah tempat mendirikan tenda yang nyaman dan aman. Jangan diatas bebatuan tajam, jangan diatas tumbuhan duri, jangan di lokasi aliran air, jangan dibawah pohon besar yang mati, jangan di badan sungai, jangan merapat dinding batu atau tanah yang rapuh.
Buatlah parit di sekeliling tenda untuk menghindari aliran air hujan masuk tenda. Kencangkan kuat-kiat semua tali tenda, agar tenda beridiri kokoh dan dinding tenda tidak menampung air hujan.
Setelah tenda berdiri kokoh dan kuat, ganti semua pakain basah dengan pakaian kering. Sekarang silahkan masak memasak, kemudian tidur nyenyak, memulihkan tenaga untuk pendakian keesokan harinya.
Sumber : Kaskus.Us
[Tips dan Trik] Beginilah Adab Makan Seorang Muslim
Sebenarnya Islam telah datang sebagai agama yang sempurna, yang tidak saja mengatur tata cara beribadah kepada Allah (hubungan dengan Sang Pencipta), namun juga mengatur hubungan dengan sesama, makhluk hidup lain, lingkungan, maupun hubungan terhadap diri sendiri.
Salah satu aturan dalam Islam yang berkenaan dengan hubungan terhadap diri sendiri adalah adab/aturan cara makan dan minum. Rasulullah shollallohu ‘alayhi wa ‘alaa aalihi wa sallam bersabda,
“Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada di dekatmu.” (HR Bukhari no. 5376 dan Muslim 2022)
Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian makan dengan tangan kiri karena syaitan itu juga makan dengan tangan kiri.” (HR Muslim no. 2019).
Sebagian besar kita mungkin sudah mengetahui dan sering mendengar tentang hadits di atas. Namun, dalam tataran implementasi, sering ane dapetin seorang muslim yang masih memakai tangan kiri ketika makan atau minum.
Berbagai dalih dan alasan mungkin bisa kita angkat sebagai pembenar tindakan tersebut (makan/minum dengan tangan kiri). Namun pernahkah kita mencoba mencari dalih atau alasan untuk membenarkan cara makan/minum kita supaya sesuai dengan ajaran (aturan) Islam ?
Di sini ane sekedar mau share seputar trik menyiasati cara makan kita agar dapat sesuai dengan hadits di atas.
Berikut beberapa alasan kita makan/minum menggunakan tangan kiri:
1. Makan dengan tangan kanan (tanpa alat makan), sementara minum dengan tangan kiri. Alasan : tangan kanan kotor dengan bekas/sisa2 makanan, makanya memegang gelas untuk minum memakai tangan kiri.
2. Makan dengan sendok dan garpu, di mana garpu di tangan kiri dan terkadang dipakai untuk memasukkan lauk (misal: daging/sayur, wortel, dll) ke mulut.
3. Makan steak atau puding (pisau di tangan kanan, garpu di tangan kiri).
4. Makan gorengan (ngemil) dengan tangan kanan, sementara memegang dan memakan cabe (sebagai pasangan gorengan) dengan tangan kiri.
5. Minum di gelas yang memakai sedotan, dan memegang sedotan dengan tangan kiri.
6. Kidal.
7. Tangan kanan sakit/buntung
Intinya, selama kita memiliki kemauan dan sedikit 'memaksa' diri, sesuatu yang tadinya sulit dan merepotkan akan menjadi mudah dan terbiasa
Sumber : Kaskus.US
Salah satu aturan dalam Islam yang berkenaan dengan hubungan terhadap diri sendiri adalah adab/aturan cara makan dan minum. Rasulullah shollallohu ‘alayhi wa ‘alaa aalihi wa sallam bersabda,
“Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada di dekatmu.” (HR Bukhari no. 5376 dan Muslim 2022)
Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian makan dengan tangan kiri karena syaitan itu juga makan dengan tangan kiri.” (HR Muslim no. 2019).
Sebagian besar kita mungkin sudah mengetahui dan sering mendengar tentang hadits di atas. Namun, dalam tataran implementasi, sering ane dapetin seorang muslim yang masih memakai tangan kiri ketika makan atau minum.
Berbagai dalih dan alasan mungkin bisa kita angkat sebagai pembenar tindakan tersebut (makan/minum dengan tangan kiri). Namun pernahkah kita mencoba mencari dalih atau alasan untuk membenarkan cara makan/minum kita supaya sesuai dengan ajaran (aturan) Islam ?
Di sini ane sekedar mau share seputar trik menyiasati cara makan kita agar dapat sesuai dengan hadits di atas.
Berikut beberapa alasan kita makan/minum menggunakan tangan kiri:
1. Makan dengan tangan kanan (tanpa alat makan), sementara minum dengan tangan kiri. Alasan : tangan kanan kotor dengan bekas/sisa2 makanan, makanya memegang gelas untuk minum memakai tangan kiri.
2. Makan dengan sendok dan garpu, di mana garpu di tangan kiri dan terkadang dipakai untuk memasukkan lauk (misal: daging/sayur, wortel, dll) ke mulut.
3. Makan steak atau puding (pisau di tangan kanan, garpu di tangan kiri).
4. Makan gorengan (ngemil) dengan tangan kanan, sementara memegang dan memakan cabe (sebagai pasangan gorengan) dengan tangan kiri.
5. Minum di gelas yang memakai sedotan, dan memegang sedotan dengan tangan kiri.
6. Kidal.
7. Tangan kanan sakit/buntung
Intinya, selama kita memiliki kemauan dan sedikit 'memaksa' diri, sesuatu yang tadinya sulit dan merepotkan akan menjadi mudah dan terbiasa
Sumber : Kaskus.US
Kejadian - Kejadian Aneh Dan Misterius Seputar Perang Gaza. (TUHAN TIDAK DIAM)
Kejadian - Kejadian Aneh Dan Misterius Seputar Perang Gaza. Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “potongan” itu “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.
Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel tidak mampu
Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.
Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka”mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.
Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.
Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.
Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.
Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas. Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.
contohnya :
Pasukan "Berseragam Putih" di Gaza
Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.
Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.
Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.
Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.
Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”
Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”
Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?” Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.
SuaraTak Bersumber
Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).
Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.
“Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.
Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.
Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.
“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.
Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang “ajaib” terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.
Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan, “Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”
Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.
Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. “Kenapa kalian menangis?” tanyanya.
“Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya
Saksi Serdadu Israel
Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa.
Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Chan*nel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.
“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.
Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.
Masih dari Channel 10, seorang Lentara Israel lainnya mengatakan, “Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”
Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu?
Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel tidak mampu
Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.
Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka”mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.
Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.
Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.
Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.
Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas. Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.
contohnya :
Pasukan "Berseragam Putih" di Gaza
Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.
Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.
Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.
Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.
Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”
Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”
Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?” Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.
SuaraTak Bersumber
Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).
Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.
“Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.
Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.
Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.
“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.
Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang “ajaib” terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.
Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan, “Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”
Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.
Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. “Kenapa kalian menangis?” tanyanya.
“Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya
Saksi Serdadu Israel
Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa.
Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Chan*nel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.
“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.
Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.
Masih dari Channel 10, seorang Lentara Israel lainnya mengatakan, “Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”
Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu?
Rossi Absen Lima Bulan
Mugello - Pupus sudah impian Valentino Rossi mempertahankan gelar juara dunia MotoGP-nya. Pembalap Fiat Yamaha itu harus beristirahat setidaknya selama lima bulan untuk memulihkan cedera patah kaki kanannya.
Rossi yang mengalami kecelakaan saat mengikuti free practice sesi II GP MotoGP Italia, Sabtu (5/6/2010) malam WIB, harus dioperasi pada bagian tulang fibianya yang patah. Awalnya diprediksi Rossi hanya absen sekitar 2-3 bulan.
Namun dalam perkembangannya keadaan Rossi lebih buruk dan usai melakukan pembedahan dinyatakan secara resmi pria asal Italia berusia 31 tahun itu harus menepi dari sirkuit balap selam lima bulan.
"Operasi berjalan sangat sukses. Waktu pemulihannya sekitar empat sampai lima bulan," tegas dokter yang mengoperasinya, Roberto Buzzi, seperti dilansir Reuters.
Dengan demikian bisa diartikan peluang Rossi untuk menjadi juara musim ini sangat tipis atau boleh dikatakan sudah habis. Dasarnya adalah MotoGP 2010 menyelesaikan musimnya pada 7 November pada seri Valencia.
Jika Rossi sembuh dalam waktu empat bulan atau lebih cepat, ia baru bisa turun membalap pada bulan Oktober di mana balapan sudah memasuki seri ke-14 atau tinggal tersisa empat. Hanya keajaiban yang bisa membuat Rossi ada di puncak klasemen saat musim berakhir.
Dari tiga seri yang sudah dijalaninya, Rossi berada di urutan ke-2 dengan 61 poin. So, Rossi sudah bisa bilang Arivederci alias selamat tinggal pada musim 2010 bukan?
Rossi yang mengalami kecelakaan saat mengikuti free practice sesi II GP MotoGP Italia, Sabtu (5/6/2010) malam WIB, harus dioperasi pada bagian tulang fibianya yang patah. Awalnya diprediksi Rossi hanya absen sekitar 2-3 bulan.
Namun dalam perkembangannya keadaan Rossi lebih buruk dan usai melakukan pembedahan dinyatakan secara resmi pria asal Italia berusia 31 tahun itu harus menepi dari sirkuit balap selam lima bulan.
"Operasi berjalan sangat sukses. Waktu pemulihannya sekitar empat sampai lima bulan," tegas dokter yang mengoperasinya, Roberto Buzzi, seperti dilansir Reuters.
Dengan demikian bisa diartikan peluang Rossi untuk menjadi juara musim ini sangat tipis atau boleh dikatakan sudah habis. Dasarnya adalah MotoGP 2010 menyelesaikan musimnya pada 7 November pada seri Valencia.
Jika Rossi sembuh dalam waktu empat bulan atau lebih cepat, ia baru bisa turun membalap pada bulan Oktober di mana balapan sudah memasuki seri ke-14 atau tinggal tersisa empat. Hanya keajaiban yang bisa membuat Rossi ada di puncak klasemen saat musim berakhir.
Dari tiga seri yang sudah dijalaninya, Rossi berada di urutan ke-2 dengan 61 poin. So, Rossi sudah bisa bilang Arivederci alias selamat tinggal pada musim 2010 bukan?
Daun yang bisa bergerak
1. Katydid (Tonggeret)
Tonggeret "Daun-Layu" di bawah ini adalah makhluk yang menarik, dan evolusi seleksi alam telah diberkahi dengan kemampuan untuk meniru daun yang layu untuk mengecoh pandangan pemangsa.
Tonggeret "Daun-Layu" di bawah ini adalah makhluk yang menarik, dan evolusi seleksi alam telah diberkahi dengan kemampuan untuk meniru daun yang layu untuk mengecoh pandangan pemangsa.
Spoiler for katydid:
Spoiler for katydid:
Spoiler for katydid:
Spoiler for katydid:
Spoiler for katydid:
Spoiler for katydid:
Kampung anjing
Rumah itu tanpa nomor, nama jalan, dan nomor blok. Namun penghuninya tak pernah nyasar dan menemukan rumahnya dengan tepat. Dan, jangan coba-coba berulah di kampung ini, karena penghuninya tak segan untuk menyalak bersama.
Inilah pemandangan di kampung anjing yang didirikan organisasi nirlaba So Ama, atau "Hanya Cinta". Kampung ini menjadi rumah bagi 1.600 anjing liar yang selama ini berkeliaran di jalanan kota itu. Sekilas, barisan seribuan rumah anjing itu mirip rumah-rumah kumuh dalam setting film sohor City of God yang menyabet empat Oscar itu.
"Kami mulai dengan kenaifan ingin mengubah dunia, dan tanpa diduga, proyek ini semakin besar," kata Natasha Oselame, kepala pemasaran untuk organisasi ini. Ia mengaku, kampung anjing itu masih jauh dari sempurna. Dia menyesalkan bahwa anjing - bersama dengan sekitar 200 kucing - harus hidup dalam kondisi tak begitu layak.
Oselame mengatakan biaya, termasuk biaya dokter hewan dan 13 ton makanan hewan bulan, jauh lebih besar dari sumbangan dan sekitar 14 ribu dolar AS yang ia terima setiap bulan dari pemerintah kota. Menurutnya, jika donatur makin seret, maka anjing-anjing itu terancam kembali ke jalanan dan mengais makan di tong sampah.
nih dia kampungnya
Inilah pemandangan di kampung anjing yang didirikan organisasi nirlaba So Ama, atau "Hanya Cinta". Kampung ini menjadi rumah bagi 1.600 anjing liar yang selama ini berkeliaran di jalanan kota itu. Sekilas, barisan seribuan rumah anjing itu mirip rumah-rumah kumuh dalam setting film sohor City of God yang menyabet empat Oscar itu.
"Kami mulai dengan kenaifan ingin mengubah dunia, dan tanpa diduga, proyek ini semakin besar," kata Natasha Oselame, kepala pemasaran untuk organisasi ini. Ia mengaku, kampung anjing itu masih jauh dari sempurna. Dia menyesalkan bahwa anjing - bersama dengan sekitar 200 kucing - harus hidup dalam kondisi tak begitu layak.
Oselame mengatakan biaya, termasuk biaya dokter hewan dan 13 ton makanan hewan bulan, jauh lebih besar dari sumbangan dan sekitar 14 ribu dolar AS yang ia terima setiap bulan dari pemerintah kota. Menurutnya, jika donatur makin seret, maka anjing-anjing itu terancam kembali ke jalanan dan mengais makan di tong sampah.
nih dia kampungnya
Intervensi Encopresis
Sementara perawatan encopresis efektif menggabungkan medis dan perilaku komponen ada, bisa ada hambatan untuk pengiriman pengobatan. These barriers include lack of professionals trained in both the medical and behavioral elements of encopresis treatment, geographic location of specialty providers, the amount of time and costs spent in delivering treatment (this includes doctor fees, transportation, and time away from both work and school), and the distress involved for children and parents to engage in treatment. Hambatan ini meliputi kurangnya profesional terlatih baik dalam unsur-unsur medis dan perilaku pengobatan encopresis, lokasi geografis dari penyedia khusus, jumlah waktu dan biaya yang dikeluarkan dalam memberikan perawatan (termasuk biaya dokter, transportasi, dan waktu dari kedua kerja dan sekolah ), dan penderitaan yang terlibat untuk anak-anak dan orang tua untuk terlibat dalam perawatan. (eg, embarrassment, child's fear of treatment) . (Misalnya, rasa malu, rasa takut anak pengobatan) .
One potential method to help overcome some of these barriers is the use of “Internet interventions.” Internet-delivered interventions are typically behavioral-based treatments that have been designed for delivery over the Internet. Salah satu metode yang potensial untuk membantu mengatasi beberapa hambatan ini adalah penggunaan "intervensi Internet" intervensi-disampaikan internet biasanya perawatan berbasis perilaku yang telah dirancang untuk pengiriman melalui Internet.. They are often self-guided and highly structured, and are usually based on effective face-to-face treatments . Mereka sering diri dibimbing dan sangat terstruktur, dan biasanya didasarkan pada perawatan tatap muka efektif . There is a relatively small, but growing, scientific research literature focused on pediatric disorders using the Internet, and an Internet intervention for encopresis has been developed. Ada yang relatif kecil, tetapi tumbuh, literatur ilmiah penelitian difokuskan pada gangguan pediatrik menggunakan Internet,dan intervensi Internet untuk encopresis telah dikembangkan. Clinical trial data shows that an Internet intervention designed to treat encopresis can help reduce fecal accidents . Data percobaan klinis menunjukkan bahwa intervensi Internet dirancang untuk mengobati encopresis dapat membantu mengurangi kecelakaan fecal . Additional research is being conducted to further examine the effectiveness of Internet-delivered treatment for encopresis . Tambahan penelitian sedang dilakukan untuk lebih mengetahui efektivitas pengobatan yang diantar Internet untuk encopresis
One potential method to help overcome some of these barriers is the use of “Internet interventions.” Internet-delivered interventions are typically behavioral-based treatments that have been designed for delivery over the Internet. Salah satu metode yang potensial untuk membantu mengatasi beberapa hambatan ini adalah penggunaan "intervensi Internet" intervensi-disampaikan internet biasanya perawatan berbasis perilaku yang telah dirancang untuk pengiriman melalui Internet.. They are often self-guided and highly structured, and are usually based on effective face-to-face treatments . Mereka sering diri dibimbing dan sangat terstruktur, dan biasanya didasarkan pada perawatan tatap muka efektif . There is a relatively small, but growing, scientific research literature focused on pediatric disorders using the Internet, and an Internet intervention for encopresis has been developed. Ada yang relatif kecil, tetapi tumbuh, literatur ilmiah penelitian difokuskan pada gangguan pediatrik menggunakan Internet,dan intervensi Internet untuk encopresis telah dikembangkan. Clinical trial data shows that an Internet intervention designed to treat encopresis can help reduce fecal accidents . Data percobaan klinis menunjukkan bahwa intervensi Internet dirancang untuk mengobati encopresis dapat membantu mengurangi kecelakaan fecal . Additional research is being conducted to further examine the effectiveness of Internet-delivered treatment for encopresis . Tambahan penelitian sedang dilakukan untuk lebih mengetahui efektivitas pengobatan yang diantar Internet untuk encopresis
pengobatan Encopresis
Banyak dokter anak akan merekomendasikan pendekatan tiga cabang berikut untuk pengobatan sembelit encopresis terkait dengan: 1. cleaning out 2. membersihkan 2. using stool softening agents 3. menggunakan agen pelunakan bangku 3. scheduled sitting times, typically after meals. dijadwalkan kali duduk, biasanya setelah makan.
The initial clean-out is achieved with enemas, laxatives, or both. Bersih awal-out dicapai dengan enema, obat pencahar, atau keduanya. The predominant approach today is the “top down” use of oral stool softeners like Miralax, Lactulose, mineral oil, etc. Following that, enemas and laxatives are used daily to keep the stools soft and allow the stretched bowel to return to its normal size. Pendekatan dominan hari ini adalah "top down" penggunaan pelunak tinja lisan seperti Miralax, lactulose, minyak mineral, dll Setelah itu, enema dan obat pencahar digunakan setiap hari untuk menjaga bangku lembut dan memungkinkan usus menggeliat untuk kembali ke ukuran normal .
The child must be taught to use the toilet regularly to retrain his/her body. Anak harus diajarkan untuk menggunakan toilet secara teratur untuk melatih / nya tubuhnya. It is usually recommended that a child be required to sit on the toilet at a regular time each day and 'try' to go for 10-15 minutes, usually soon (or immediately) after eating. Hal ini biasanya dianjurkan bahwa seorang anak diminta untuk duduk di toilet pada waktu yang teratur setiap hari dan 'mencoba' untuk pergi selama 10-15 menit, biasanya segera (atau segera) setelah makan. Children are more likely to be able to expel a bowel movement right after eating. Anak-anak lebih mungkin untuk dapat mengusir hak buang air besar setelah makan. It is thought that creating a regular schedule of bathroom time will allow the child to achieve a proper elimination pattern. Hal ini berpikir bahwa membuat jadwal waktu mandi teratur akan memungkinkan anak untuk mencapai pola eliminasi yang tepat. Repeated voiding success on the toilet itself helps it to become a releasor stimulus for successful BMs. Mengulangi keberhasilan void di toilet sendiri membantu untuk menjadi stimulus releasor untuk AB sukses.
Alternatively, when this method fails for six months or longer, a more aggressive approach may be undertaken using the “bottom up” approach of suppositories and enemas in a carefully programmed way to overcome the reflexive holding response and to allow the proper voiding reflex to take over. Atau, jika metode ini gagal selama enam bulan atau lebih, pendekatan yang lebih agresif dapat dilakukan dengan menggunakan dasar "atas" pendekatan supositoria dan enema secara hati-hati diprogram untuk mengatasi memegang respon refleksif dan memungkinkan refleks void yang tepat untuk mengambil atas. Failure to establish a normal bowel habit can result in permanent stretching of the colon. Kegagalan untuk membentuk suatu kebiasaan buang air besar normal dapat menyebabkan peregangan permanen dari usus besar. Certainly, allowing this problem to continue for years with constant assurances that the child "will grow out of it" should be avoided. Tentu saja, sehingga masalah ini terus selama bertahun-tahun dengan jaminan konstan bahwa anak "akan tumbuh dari itu" harus dihindari.
Dietary changes are an important management element. perubahan diet adalah elemen manajemen penting. Recommended changes to the diet in the case of constipation-caused encopresis include: 1. Fitur perubahan diet dalam kasus sembelit yang disebabkan encopresis meliputi: 1. reduction in the intake of constipating foods such as dairy, peanuts, cooked carrots, and bananas; 2. pengurangan asupan sembelit makanan seperti susu, kacang tanah, wortel dimasak, dan pisang; 2. increase in high-fiber foods such as bran, whole wheat products, fruits, and vegetables; 3. peningkatan makanan tinggi serat seperti dedak, produk gandum, buah-buahan, dan sayuran, 3. higher intake of water and liquids, such as juices, although an increased risk of diabetes and/or tooth decay has been attributed to excess intake of sweetened juices; 4. tinggi asupan air dan cairan, seperti jus, meskipun peningkatan risiko diabetes dan / atau kerusakan gigi telah dikaitkan dengan kelebihan asupan jus manis; 4. limit drinks with caffeine, such as cola drinks and tea; 5. membatasi minuman dengan kafein, seperti minuman cola dan teh; 5. provide well-balanced meals and snacks, and limit fast foods/junk foods that are high in fats and sugars; 6. menyediakan makanan seimbang dan makanan ringan, dan membatasi makanan cepat junk food / yang tinggi lemak dan gula; 6. limit whole milk to 16 ounces a day for the child over 2 years of age, but do not completely eliminate milk because children need calcium for bone growth and strength. seluruh batas sampai 16 ons susu sehari untuk anak lebih dari 2 tahun, namun tidak sepenuhnya menghilangkan susu karena anak-anak membutuhkan kalsium untuk pertumbuhan tulang dan kekuatan.
The emotional ramifications of dealing with such an aversive waste product are often very intense and result in much anger and recriminations within the family unit. Konsekuensi emosional berurusan dengan produk limbah permusuhan seringkali sangat intens dan mengakibatkan banyak kemarahan dan saling tuduh di dalam unit keluarga. There are even periodic newspapers accounts of angry parents abusing and even killing these children. Bahkan ada surat kabar berkala rekening orang tua marah menyiksa dan bahkan membunuh anak-anak. Emotional complications are most often a product of the disorder itself rather than causal in nature. komplikasi emosional yang paling sering merupakan produk dari kekacauan itu sendiri bukan kausal di alam. Professional help should be sought if these emotional effects obstruct effective treatment. Profesional membantu harus diusahakan jika efek-efek emosional menghalangi pengobatan yang efektif.
The initial clean-out is achieved with enemas, laxatives, or both. Bersih awal-out dicapai dengan enema, obat pencahar, atau keduanya. The predominant approach today is the “top down” use of oral stool softeners like Miralax, Lactulose, mineral oil, etc. Following that, enemas and laxatives are used daily to keep the stools soft and allow the stretched bowel to return to its normal size. Pendekatan dominan hari ini adalah "top down" penggunaan pelunak tinja lisan seperti Miralax, lactulose, minyak mineral, dll Setelah itu, enema dan obat pencahar digunakan setiap hari untuk menjaga bangku lembut dan memungkinkan usus menggeliat untuk kembali ke ukuran normal .
The child must be taught to use the toilet regularly to retrain his/her body. Anak harus diajarkan untuk menggunakan toilet secara teratur untuk melatih / nya tubuhnya. It is usually recommended that a child be required to sit on the toilet at a regular time each day and 'try' to go for 10-15 minutes, usually soon (or immediately) after eating. Hal ini biasanya dianjurkan bahwa seorang anak diminta untuk duduk di toilet pada waktu yang teratur setiap hari dan 'mencoba' untuk pergi selama 10-15 menit, biasanya segera (atau segera) setelah makan. Children are more likely to be able to expel a bowel movement right after eating. Anak-anak lebih mungkin untuk dapat mengusir hak buang air besar setelah makan. It is thought that creating a regular schedule of bathroom time will allow the child to achieve a proper elimination pattern. Hal ini berpikir bahwa membuat jadwal waktu mandi teratur akan memungkinkan anak untuk mencapai pola eliminasi yang tepat. Repeated voiding success on the toilet itself helps it to become a releasor stimulus for successful BMs. Mengulangi keberhasilan void di toilet sendiri membantu untuk menjadi stimulus releasor untuk AB sukses.
Alternatively, when this method fails for six months or longer, a more aggressive approach may be undertaken using the “bottom up” approach of suppositories and enemas in a carefully programmed way to overcome the reflexive holding response and to allow the proper voiding reflex to take over. Atau, jika metode ini gagal selama enam bulan atau lebih, pendekatan yang lebih agresif dapat dilakukan dengan menggunakan dasar "atas" pendekatan supositoria dan enema secara hati-hati diprogram untuk mengatasi memegang respon refleksif dan memungkinkan refleks void yang tepat untuk mengambil atas. Failure to establish a normal bowel habit can result in permanent stretching of the colon. Kegagalan untuk membentuk suatu kebiasaan buang air besar normal dapat menyebabkan peregangan permanen dari usus besar. Certainly, allowing this problem to continue for years with constant assurances that the child "will grow out of it" should be avoided. Tentu saja, sehingga masalah ini terus selama bertahun-tahun dengan jaminan konstan bahwa anak "akan tumbuh dari itu" harus dihindari.
Dietary changes are an important management element. perubahan diet adalah elemen manajemen penting. Recommended changes to the diet in the case of constipation-caused encopresis include: 1. Fitur perubahan diet dalam kasus sembelit yang disebabkan encopresis meliputi: 1. reduction in the intake of constipating foods such as dairy, peanuts, cooked carrots, and bananas; 2. pengurangan asupan sembelit makanan seperti susu, kacang tanah, wortel dimasak, dan pisang; 2. increase in high-fiber foods such as bran, whole wheat products, fruits, and vegetables; 3. peningkatan makanan tinggi serat seperti dedak, produk gandum, buah-buahan, dan sayuran, 3. higher intake of water and liquids, such as juices, although an increased risk of diabetes and/or tooth decay has been attributed to excess intake of sweetened juices; 4. tinggi asupan air dan cairan, seperti jus, meskipun peningkatan risiko diabetes dan / atau kerusakan gigi telah dikaitkan dengan kelebihan asupan jus manis; 4. limit drinks with caffeine, such as cola drinks and tea; 5. membatasi minuman dengan kafein, seperti minuman cola dan teh; 5. provide well-balanced meals and snacks, and limit fast foods/junk foods that are high in fats and sugars; 6. menyediakan makanan seimbang dan makanan ringan, dan membatasi makanan cepat junk food / yang tinggi lemak dan gula; 6. limit whole milk to 16 ounces a day for the child over 2 years of age, but do not completely eliminate milk because children need calcium for bone growth and strength. seluruh batas sampai 16 ons susu sehari untuk anak lebih dari 2 tahun, namun tidak sepenuhnya menghilangkan susu karena anak-anak membutuhkan kalsium untuk pertumbuhan tulang dan kekuatan.
The emotional ramifications of dealing with such an aversive waste product are often very intense and result in much anger and recriminations within the family unit. Konsekuensi emosional berurusan dengan produk limbah permusuhan seringkali sangat intens dan mengakibatkan banyak kemarahan dan saling tuduh di dalam unit keluarga. There are even periodic newspapers accounts of angry parents abusing and even killing these children. Bahkan ada surat kabar berkala rekening orang tua marah menyiksa dan bahkan membunuh anak-anak. Emotional complications are most often a product of the disorder itself rather than causal in nature. komplikasi emosional yang paling sering merupakan produk dari kekacauan itu sendiri bukan kausal di alam. Professional help should be sought if these emotional effects obstruct effective treatment. Profesional membantu harus diusahakan jika efek-efek emosional menghalangi pengobatan yang efektif.
Diagnosa Encopresis
The (psikiatri DSM-IV ) kriteria diagnostik untuk encopresis adalah:
- Repeated passage of feces into inappropriate places (eg, clothing or floor) whether voluntary or unintentional Pengulangan bagian dari kotoran ke tempat yang tidak patut (misalnya, pakaian atau lantai) apakah sukarela atau tidak disengaja
- At least one such event a month for at least 3 months Setidaknya satu peristiwa seperti bulan selama 3 bulan
- Chronological age of at least 4 years (or equivalent developmental level) Kronologis usia minimal 4 tahun (atau setara dengan tingkat perkembangan)
- The behavior is not exclusively due to a physiological effect of a substance (eg, laxatives) or a general medical condition, except through a mechanism involving constipation. Perilaku tersebut tidak semata-mata karena efek fisiologis dari suatu zat (misalnya, obat pencahar) atau kondisi medis umum, kecuali melalui mekanisme yang melibatkan sembelit.
Penyebab Encopresis
Encopresis umumnya disebabkan oleh sembelit, dengan menahan refleksif dari bangku, oleh gangguan fisiologis, psikologis, atau berbagai neurologis, atau dari pembedahan (kejadian agak jarang).
The colon normally removes excess water from feces. usus besar yang biasanya menghilangkan kelebihan air dari kotoran. If the feces or stool remains in the colon too long due to conditioned withholding or incidental constipation, so much water is removed that the stool becomes hard, and becomes painful for the child to expel in an ordinary bowel movement. Jika kotoran atau tinja tetap berada di usus terlalu lama karena pemotongan AC atau sembelit ringan, air begitu banyak yang dihapus bahwa tinja menjadi keras, dan menjadi menyakitkan bagi anak untuk mengusir dalam buang air besar biasa. A vicious cycle can develop, where the child may avoid moving his/her bowels in order to avoid the "expected" painful toilet episode. Sebuah lingkaran setan dapat mengembangkan, di mana anak dapat menghindari bergerak / nya nya perut untuk menghindari "diharapkan" episode toilet menyakitkan. This cycle can result in so deeply conditioning the holding response that the Rectal Anal Inhibitory Response (RAIR) or anismus results. Siklus ini dapat mengakibatkan begitu dalam ruangan respon memegang bahwa rektal Anal Hambat Respon (RAIR) atau hasil anismus. The RAIR has been shown to occur even under anesthesia and voluntary control is lost. RAIR telah terbukti terjadi bahkan di bawah anestesi dan kontrol sukarela hilang. The hardened stool continues to build up and stretches the colon or rectum to the point where the normal sensations associated with impending bowel movements do not occur. Bangku mengeras terus membangun dan peregangan usus besar atau rektum ke titik di mana sensasi normal yang terkait dengan gerakan usus yang akan datang tidak terjadi. Eventually, softer stool leaks around the blockage and cannot be withheld by the anus, resulting in soiling. Akhirnya, kebocoran bangku lembut di sekitar penyumbatan dan tidak dapat ditahan oleh anus, sehingga kekotoran. The child typically has no control over these leakage accidents, and may not be able to feel that they have occurred or are about to occur due to the loss of sensation in the rectum and the RAIR. Anak biasanya tidak memiliki kontrol atas ini kecelakaan kebocoran, dan tidak mungkin dapat merasa bahwa mereka telah terjadi atau akan terjadi karena hilangnya sensasi di dubur dan RAIR tersebut. Strong emotional reactions typically result from failed and repeated attempts to control this highly aversive bodily product. reaksi emosional yang kuat biasanya hasil dari gagal dan mencoba mengulangi untuk mengendalikan tubuh produk ini sangat menyenangkan. These reactions then in turn may complicate conventional treatments using stool softeners, sitting demands, and behavioral strategies. Reaksi ini kemudian pada gilirannya dapat mempersulit perawatan konvensional menggunakan pelunak tinja, tuntutan duduk, dan strategi perilaku.
The onset of encopresis is most often benign. Permulaan encopresis paling sering jinak. The usual onset is associated with toilet training, demands that the child sit for long periods of time, and intense negative parental reactions to feces. Permulaan biasa dikaitkan dengan pelatihan toilet, menuntut agar anak duduk untuk jangka waktu yang lama, dan intens reaksi negatif orangtua untuk tinja. Beginning school or preschool is another major environmental trigger with shared bathrooms. Awal sekolah atau prasekolah merupakan pemicu lingkungan utama dengan kamar mandi bersama. Feuding parents, siblings, moving, and divorce can also inhibit toileting behaviors and promote constipation. Bermusuhan orangtua, saudara, bergerak, dan perceraian juga dapat menghambat perilaku toilet dan mempromosikan sembelit. An “initial” cause may become less relevant as “maintaining” causes take over. Sebuah "awal" mungkin menyebabkan menjadi kurang relevan sebagai "mempertahankan" menyebabkan mengambil alih. Sexual abuse can be a cause, but such claims must be independently corroborated by other factors than the encopresis itself. pelecehan seksual dapat menjadi penyebabnya, tapi klaim tersebut harus independen diperkuat oleh faktor lain daripada encopresis sendiri.
The colon normally removes excess water from feces. usus besar yang biasanya menghilangkan kelebihan air dari kotoran. If the feces or stool remains in the colon too long due to conditioned withholding or incidental constipation, so much water is removed that the stool becomes hard, and becomes painful for the child to expel in an ordinary bowel movement. Jika kotoran atau tinja tetap berada di usus terlalu lama karena pemotongan AC atau sembelit ringan, air begitu banyak yang dihapus bahwa tinja menjadi keras, dan menjadi menyakitkan bagi anak untuk mengusir dalam buang air besar biasa. A vicious cycle can develop, where the child may avoid moving his/her bowels in order to avoid the "expected" painful toilet episode. Sebuah lingkaran setan dapat mengembangkan, di mana anak dapat menghindari bergerak / nya nya perut untuk menghindari "diharapkan" episode toilet menyakitkan. This cycle can result in so deeply conditioning the holding response that the Rectal Anal Inhibitory Response (RAIR) or anismus results. Siklus ini dapat mengakibatkan begitu dalam ruangan respon memegang bahwa rektal Anal Hambat Respon (RAIR) atau hasil anismus. The RAIR has been shown to occur even under anesthesia and voluntary control is lost. RAIR telah terbukti terjadi bahkan di bawah anestesi dan kontrol sukarela hilang. The hardened stool continues to build up and stretches the colon or rectum to the point where the normal sensations associated with impending bowel movements do not occur. Bangku mengeras terus membangun dan peregangan usus besar atau rektum ke titik di mana sensasi normal yang terkait dengan gerakan usus yang akan datang tidak terjadi. Eventually, softer stool leaks around the blockage and cannot be withheld by the anus, resulting in soiling. Akhirnya, kebocoran bangku lembut di sekitar penyumbatan dan tidak dapat ditahan oleh anus, sehingga kekotoran. The child typically has no control over these leakage accidents, and may not be able to feel that they have occurred or are about to occur due to the loss of sensation in the rectum and the RAIR. Anak biasanya tidak memiliki kontrol atas ini kecelakaan kebocoran, dan tidak mungkin dapat merasa bahwa mereka telah terjadi atau akan terjadi karena hilangnya sensasi di dubur dan RAIR tersebut. Strong emotional reactions typically result from failed and repeated attempts to control this highly aversive bodily product. reaksi emosional yang kuat biasanya hasil dari gagal dan mencoba mengulangi untuk mengendalikan tubuh produk ini sangat menyenangkan. These reactions then in turn may complicate conventional treatments using stool softeners, sitting demands, and behavioral strategies. Reaksi ini kemudian pada gilirannya dapat mempersulit perawatan konvensional menggunakan pelunak tinja, tuntutan duduk, dan strategi perilaku.
The onset of encopresis is most often benign. Permulaan encopresis paling sering jinak. The usual onset is associated with toilet training, demands that the child sit for long periods of time, and intense negative parental reactions to feces. Permulaan biasa dikaitkan dengan pelatihan toilet, menuntut agar anak duduk untuk jangka waktu yang lama, dan intens reaksi negatif orangtua untuk tinja. Beginning school or preschool is another major environmental trigger with shared bathrooms. Awal sekolah atau prasekolah merupakan pemicu lingkungan utama dengan kamar mandi bersama. Feuding parents, siblings, moving, and divorce can also inhibit toileting behaviors and promote constipation. Bermusuhan orangtua, saudara, bergerak, dan perceraian juga dapat menghambat perilaku toilet dan mempromosikan sembelit. An “initial” cause may become less relevant as “maintaining” causes take over. Sebuah "awal" mungkin menyebabkan menjadi kurang relevan sebagai "mempertahankan" menyebabkan mengambil alih. Sexual abuse can be a cause, but such claims must be independently corroborated by other factors than the encopresis itself. pelecehan seksual dapat menjadi penyebabnya, tapi klaim tersebut harus independen diperkuat oleh faktor lain daripada encopresis sendiri.
Definisi Nokturnal enuresis
Nocturnal enuresis, biasa disebut mengompol, adalah istilah medis untuk paksa buang air kecil saat tidur setelah usia di mana kandung kemih DNS biasanya terjadi. Nocturnal enuresis is considered primary (PNE) when a child has not yet had a prolonged period of being dry. Secondary nocturnal enuresis (SNE) is when a child or adult begins wetting again after having stayed dry. Nocturnal enuresis dianggap primer (PNE) ketika anak belum memiliki berkepanjangan menjadi kering. Sekunder enuresis nokturnal (ESN) adalah ketika seorang anak atau orang dewasa mulai membasahi lagi setelah tinggal kering.
Bedwetting is the most common childhood urologic complaint and one of the most common pediatric-health issues. Most bedwetting, however, is just a developmental delay -- not an emotional problem or physical illness. Mengompol adalah urologic keluhan umum masa kanak-kanak yang paling dan salah satu masalah kesehatan anak-yang paling umum.mengompol Namun, sebagian besar hanyalah sebuah gangguan perkembangan - bukan masalah emosional atau penyakit fisik. Only a small percentage (5% to 10%) of bedwetting cases are caused by specific medical situations. Bedwetting is frequently associated with a family history of the condition. Hanya sebagian kecil (5% sampai 10%) dari kasus mengompol disebabkan oleh situasi medis khusus. Mengompol sering dikaitkan dengan sejarah keluarga kondisi.
Most girls can stay dry by age six and most boys stay dry by age seven. Kebanyakan perempuan bisa tetap kering dengan usia enam tahun dan anak laki-laki yang paling tetap kering pada usia tujuh. By ten years old, 95% of children are dry at night. Dengan sepuluh tahun, 95% anak-anak telah kering di malam hari. Studies place adult bedwetting rates at between 0.5% to 2.3%. Studi dewasa di tempat mengompol tingkat antara 0,5% menjadi 2,3%.
Treatment ranges from behavioral-based options such as bedwetting alarms , to medication such as hormone replacement, and even surgery such as urethral enlargement. Perawatan berkisar dari perilaku berbasis pilihan seperti mengompol alarm , untuk pengobatan seperti penggantian hormon, dan bahkan operasi seperti pembesaran uretra. Since most bedwetting is simply a developmental delay, most treatment plans aim to protect or improve self-esteem . Bedwetting children and adults can suffer emotional stress or psychological injury if they feel shamed by the condition. Sejak mengompol paling hanyalah sebuah gangguan perkembangan, rencana perawatan yang paling bertujuan untuk melindungi atau meningkatkan harga diri . Mengompol anak-anak dan orang dewasa dapat mengalami stres emosional atau cedera psikologis jika mereka merasa malu dengan kondisi tersebut. Treatment guidelines recommend that the physician counsel the parents, warning about psychological damage caused by pressure, shaming, or punishment for a condition children cannot control. Pedoman Perawatan merekomendasikan bahwa dokter nasihat orang tua, peringatan tentang kerusakan yang disebabkan oleh tekanan psikologis, mempermalukan, atau hukuman atas kondisi anak-anak tidak dapat mengendalikan.
Bedwetting is the most common childhood urologic complaint and one of the most common pediatric-health issues. Most bedwetting, however, is just a developmental delay -- not an emotional problem or physical illness. Mengompol adalah urologic keluhan umum masa kanak-kanak yang paling dan salah satu masalah kesehatan anak-yang paling umum.mengompol Namun, sebagian besar hanyalah sebuah gangguan perkembangan - bukan masalah emosional atau penyakit fisik. Only a small percentage (5% to 10%) of bedwetting cases are caused by specific medical situations. Bedwetting is frequently associated with a family history of the condition. Hanya sebagian kecil (5% sampai 10%) dari kasus mengompol disebabkan oleh situasi medis khusus. Mengompol sering dikaitkan dengan sejarah keluarga kondisi.
Most girls can stay dry by age six and most boys stay dry by age seven. Kebanyakan perempuan bisa tetap kering dengan usia enam tahun dan anak laki-laki yang paling tetap kering pada usia tujuh. By ten years old, 95% of children are dry at night. Dengan sepuluh tahun, 95% anak-anak telah kering di malam hari. Studies place adult bedwetting rates at between 0.5% to 2.3%. Studi dewasa di tempat mengompol tingkat antara 0,5% menjadi 2,3%.
Treatment ranges from behavioral-based options such as bedwetting alarms , to medication such as hormone replacement, and even surgery such as urethral enlargement. Perawatan berkisar dari perilaku berbasis pilihan seperti mengompol alarm , untuk pengobatan seperti penggantian hormon, dan bahkan operasi seperti pembesaran uretra. Since most bedwetting is simply a developmental delay, most treatment plans aim to protect or improve self-esteem . Bedwetting children and adults can suffer emotional stress or psychological injury if they feel shamed by the condition. Sejak mengompol paling hanyalah sebuah gangguan perkembangan, rencana perawatan yang paling bertujuan untuk melindungi atau meningkatkan harga diri . Mengompol anak-anak dan orang dewasa dapat mengalami stres emosional atau cedera psikologis jika mereka merasa malu dengan kondisi tersebut. Treatment guidelines recommend that the physician counsel the parents, warning about psychological damage caused by pressure, shaming, or punishment for a condition children cannot control. Pedoman Perawatan merekomendasikan bahwa dokter nasihat orang tua, peringatan tentang kerusakan yang disebabkan oleh tekanan psikologis, mempermalukan, atau hukuman atas kondisi anak-anak tidak dapat mengendalikan.
Diurnal enuresis
Enuresis didefinisikan sebagai sukarela membatalkan kencing di luar kontrol usia diantisipasi enuresis diurnal. adalah pembasahan siang hari, enuresis nokturnal adalah malam hari pembasahan. Both of these conditions can occur at the same time, however, many children with nighttime wetting will not have wetting during the day. Kedua kondisi ini dapat terjadi pada saat yang sama, Namun, banyak anak dengan membasahi malam hari tidak akan membasahi siang hari. Children with daytime wetting may have frequent urination , have urgent urination or dribble after urinating. Anak-anak dengan pembasahan siang hari mungkin telah sering buang air kecil , telah mendesak buang air kecil atau gerimis setelah buang air kecil.
Pembasahan siang hari lebih sering terjadi pada anak perempuan daripada anak laki-laki, tetapi mengompol adalah tiga kali lebih umum di anak laki-laki (yakni, sekitar 75% dari penderita adalah laki-laki). Daytime wetting was found to have occurred more than once a week in 50% of girls with a mean age of 10 years. [ citation needed ] Daytime pembasahan ditemukan telah terjadi lebih dari sekali seminggu di 50% anak perempuan dengan usia rata-rata 10 tahun.
Pembasahan siang hari lebih sering terjadi pada anak perempuan daripada anak laki-laki, tetapi mengompol adalah tiga kali lebih umum di anak laki-laki (yakni, sekitar 75% dari penderita adalah laki-laki). Daytime wetting was found to have occurred more than once a week in 50% of girls with a mean age of 10 years. [ citation needed ] Daytime pembasahan ditemukan telah terjadi lebih dari sekali seminggu di 50% anak perempuan dengan usia rata-rata 10 tahun.
Definisi Gangguan Eliminasi
Gngguan ini terjadi pada anak yang tidak dapat megendalikan tingkah laku yang seharusnya sudah dapat dikendalikan sesuai tingkatan uurnya. Gamgguan ini sangat mengganggu orang dewasa dan orang - orang disekitarmya. Macam - macam gangguan eliminasi antara lain Enurasis dan Enkopresi
Gangguan eliminasi
Janin dan bayi mengeluarkan output buangan secara otomatis.setelah anak makin berkembang, mereka dilatih untuk menahan refleks natural yang memerintahkan untuk buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB). Pada buku klasik Patterns of Child Rearing, Robert Sears dan kawan- kawan (1957) menyatakan bahwa nak- anak Amerika sudah dilatih untuk buang air kecil rata- rata pada usia 18 bulan. Namun,mengompolmasih sering terjadi sampai usia 24 bulan. Saat ini kebanyakan anak di Amerika bisa mengontrol buang air kecil pada usia 2 dan 3 tahun. Namun, banyak yang masih terus erring mengompol setahun kemudia atau lebih. Enuresis dan enkopresis merupakan gangguan yang melibatkan masalah dengan BAK dan BAB tanpa penyebab organik.
Gangguan Gangguan Eliminasi
Gangguan ini terjadi bila anak tidak dapat mengendalikan tingkah laku yang seharusnya sudah dapat dikendalikan sesuai tingah usianya. Gangguan ini sangat mengganggu irang dewasa dan teman -teman sebayanya
Ciri - ciri gangguan komunikasi
1. Gangguan bahasa ekspresif
Pada gangguan ekspresif anak-anak berada di bawah kemampuan yang diharapkan dalam hal perbendaharaan kata, pemakaian keterangan waktu (tenses) yang tepat, produksi kalimat yang kompleks, dan daya ingat dalam mengingat kata dan kalimat.
2. Gangguan bahasa ekspresif campuran
Dalam gangguan ini, anak terganggu dalam pengertian dan ekspresi bahasa.
3. Gangguan fonologis
Anak dengan gangguan ini akan melakukan kesalahan dalam produksi suara, menghilangkan suara tertentu seperti konsonan.
4. Gagap dan gangguan komunikasi yang tidak ditentukan
Anak akan melakukan pengulangan bunyi, perpanjangan, penyiapan, berhenti dalam berkata dan mengucapkan kalimat, substitusi kata untuk menghindari hambatan dalam berbicara.
Metode dan Teknik Pelayanan Pada Gangguan Komunikasi
Dalam teknik pelayanan pada gangguan komunikasi, guru dapat mempergunakan salah satu atau kombinasi beberapa metode dan teknik sebagai berikut:
1. Metode Simulasi
Metode ini dilakukan berdasarkan prinsip pengamatan terhadap suatu rangsangan secara terpadu melalui sensory yang dimiliki seseorang dengan memperbaiki “konsep perilaku komunikasi yang salah”.
Metode stimulasi ini dapat dibedakan menjadi 2 jenis :
a) Metode Stimulasi visual
b) Metode Stimulasi Auditoris
2. Metode Phonetic-placement
Metode ini selalu menuntut anak dengan gangguan komunikasi untuk “memperhatikan” gerakan posisi organ bicara atau alat komunikasi yang lainnya sehingga mampu mengendalikan pergerakan organ bicara.
3. Metode Moto-kinestetic
Disebut juga metode manipulasi. Guru melakukan manipulasi langsung kepada otot-otot organ bicara atau organ komunikasi yang dipandang perlu.Pemberian manipulasi melalui alat misalnya jati, spatel, kuas khusus atau alat-alat lainnya.
4. Metode Psiko-edukatif
Melalui teknik play-therapy, role playing, dramatisasi, atau metode-metode lainnya
5. Metode Compensatory Pattern
Metode ini akan diberikan kepada anak bila sudah tidak mungkin lagi melakukan perilaku yang lain.
f. Sarana dan Prasarana Latihan
Sarana fisik meliputi ruang latihan, peralatan yang digunakan yang terdiri dari alat-alat elektronik, atau non elektronik. Yang dimaksud alat-alat elektronik adalah segala peralatan yang digunakan dengan memanfaatkan modalitas elektronik. Namun alat-alat elektronik bukan satu-satunya yang menentukan keberhasilan dalam latihan. Alat-alat dimaksud akan lebih baik apabila para pelaksana terlebih dahulu mengenal, dan mempunyai kemampuan mengoperasikan alat-alat dimaksud.
1. Metode Simulasi
Metode ini dilakukan berdasarkan prinsip pengamatan terhadap suatu rangsangan secara terpadu melalui sensory yang dimiliki seseorang dengan memperbaiki “konsep perilaku komunikasi yang salah”.
Metode stimulasi ini dapat dibedakan menjadi 2 jenis :
a) Metode Stimulasi visual
b) Metode Stimulasi Auditoris
2. Metode Phonetic-placement
Metode ini selalu menuntut anak dengan gangguan komunikasi untuk “memperhatikan” gerakan posisi organ bicara atau alat komunikasi yang lainnya sehingga mampu mengendalikan pergerakan organ bicara.
3. Metode Moto-kinestetic
Disebut juga metode manipulasi. Guru melakukan manipulasi langsung kepada otot-otot organ bicara atau organ komunikasi yang dipandang perlu.Pemberian manipulasi melalui alat misalnya jati, spatel, kuas khusus atau alat-alat lainnya.
4. Metode Psiko-edukatif
Melalui teknik play-therapy, role playing, dramatisasi, atau metode-metode lainnya
5. Metode Compensatory Pattern
Metode ini akan diberikan kepada anak bila sudah tidak mungkin lagi melakukan perilaku yang lain.
f. Sarana dan Prasarana Latihan
Sarana fisik meliputi ruang latihan, peralatan yang digunakan yang terdiri dari alat-alat elektronik, atau non elektronik. Yang dimaksud alat-alat elektronik adalah segala peralatan yang digunakan dengan memanfaatkan modalitas elektronik. Namun alat-alat elektronik bukan satu-satunya yang menentukan keberhasilan dalam latihan. Alat-alat dimaksud akan lebih baik apabila para pelaksana terlebih dahulu mengenal, dan mempunyai kemampuan mengoperasikan alat-alat dimaksud.
Tips Menyingkirkan Gangguan-Gangguan Komunikasi
1. Anda jangan terlalu cepat mengevaluasi atau memberikan komentar, mengeluarkan ide dan pemikiran atau terlalu cepat memberikan peringatan sebelum benar-benar memperhatikan seluruh informasi dan data. Dan jangan lakukan itu sebelum menggunakan jurus meminta penjelasan dan jurus menyimak secara efektif dan efesien.
2. Janganlah Anda menggunakan ungkapan-ungkapan keputusan yang diartikan sebagai kalimat mati dan penyelesaian. Karena dengan ungkapan itu, Anda berarti sudah menghalangi orang lain untuk mempergunakan sikap pembelaan dan perlawanan.
3. Ingatlah bahwa pemotongan pembicaraan orang lain mempunyai pengaruh psikologi yang buruk. Bagi mereka, hal itu diartikan bahwa Anda tidak konsentrasi dan tidak serius terhadap mereka. Serta diartikan bahwa Anda tidak menaruh perhatian terhadap ide dan pemikiran mereka. Hal ini akan mendorong mereka untuk memprotes dan mencaci.
4. Pergunakanlah irama dan seni meminta keterangan ketika Anda memohon lawan bicara Anda menjelaskan sejauh mana pemahamannya, hingga ia tidak berprasangka bahwa Anda sedang menghinanya.
5. Jangan Anda monopoli podium pembicaraan untuk Anda sendiri. Pergunakanlah beberapa pertanyaan bebas yang memotivasi orang lain untuk berbicara.
6. Hindarilah dari mengulang-ngulang nasihat dan petunjuk. Janganlah Anda menyampaikan pembicaraan atau permasalahan yang menyangkut seseorang atau individu.
7. Saat berbicara, janganlah Anda merasa lebih tinggi. Dan janganlah Anda merangkai kata dan ungkapan yang sensitif. Hindarilah dari segala ungkapan dan kalimat yang dipakai para orang tua kepada anaknya, seperti kalimat: “Ini tidak cocok bagimu”, atau kalimat: “kamu sama sekali tidak jantan (tidak berani)”, atau ungkapan “laksanakanlah seperti apa yang aku ucapkan”.
8. Hindarilarilah dari pertanyaan-pertanyaan graduasi (pertanyaan perlahan-lahan dan berangsur-angsur). Hal ini akan menimpulkan perasaan pada lawan bicara Anda sebagai suatu konspirasi atau niat buruk. Karena sikap itu tidak memberikan kesempatan bagi lawan bicara Anda untuk memilih jawaban. Pun akan menyebabkan ia berhati-hati dari perangkap yang Anda sebarkan. Maka, janganlah Anda membayangkan bahwa Anda lebih pandai darinya.
9. Hindarilah dari sikap mencela dan merendahkan orang lain. Letakkanlah diri Anda pada posisi orang lain, seakan-akan Anda menjadi dia. Lalu pikirkanlah perasaan-perasaan yang timbul pada diri Anda saat Anda mendengar komentar-komentar itu.
10. Janganlah Anda mempraktekkan beberapa kebiasaan yang menimbulkan kendala ketika Anda mendengarkan pembicaraannya. Seperti melihat jam dinding atau melirik jam tangan, merapikan meja serta menjawab panggilan-panggilan telepon dan sebaliknya, menelpon.
11. Terakhir, hindarilah percekcokan dan perselisihan walau pada kenyataannya Anda benar. Yang patut Anda lakukan, hanyalah menjelaskan sudut pandang Anda.
2. Janganlah Anda menggunakan ungkapan-ungkapan keputusan yang diartikan sebagai kalimat mati dan penyelesaian. Karena dengan ungkapan itu, Anda berarti sudah menghalangi orang lain untuk mempergunakan sikap pembelaan dan perlawanan.
3. Ingatlah bahwa pemotongan pembicaraan orang lain mempunyai pengaruh psikologi yang buruk. Bagi mereka, hal itu diartikan bahwa Anda tidak konsentrasi dan tidak serius terhadap mereka. Serta diartikan bahwa Anda tidak menaruh perhatian terhadap ide dan pemikiran mereka. Hal ini akan mendorong mereka untuk memprotes dan mencaci.
4. Pergunakanlah irama dan seni meminta keterangan ketika Anda memohon lawan bicara Anda menjelaskan sejauh mana pemahamannya, hingga ia tidak berprasangka bahwa Anda sedang menghinanya.
5. Jangan Anda monopoli podium pembicaraan untuk Anda sendiri. Pergunakanlah beberapa pertanyaan bebas yang memotivasi orang lain untuk berbicara.
6. Hindarilah dari mengulang-ngulang nasihat dan petunjuk. Janganlah Anda menyampaikan pembicaraan atau permasalahan yang menyangkut seseorang atau individu.
7. Saat berbicara, janganlah Anda merasa lebih tinggi. Dan janganlah Anda merangkai kata dan ungkapan yang sensitif. Hindarilah dari segala ungkapan dan kalimat yang dipakai para orang tua kepada anaknya, seperti kalimat: “Ini tidak cocok bagimu”, atau kalimat: “kamu sama sekali tidak jantan (tidak berani)”, atau ungkapan “laksanakanlah seperti apa yang aku ucapkan”.
8. Hindarilarilah dari pertanyaan-pertanyaan graduasi (pertanyaan perlahan-lahan dan berangsur-angsur). Hal ini akan menimpulkan perasaan pada lawan bicara Anda sebagai suatu konspirasi atau niat buruk. Karena sikap itu tidak memberikan kesempatan bagi lawan bicara Anda untuk memilih jawaban. Pun akan menyebabkan ia berhati-hati dari perangkap yang Anda sebarkan. Maka, janganlah Anda membayangkan bahwa Anda lebih pandai darinya.
9. Hindarilah dari sikap mencela dan merendahkan orang lain. Letakkanlah diri Anda pada posisi orang lain, seakan-akan Anda menjadi dia. Lalu pikirkanlah perasaan-perasaan yang timbul pada diri Anda saat Anda mendengar komentar-komentar itu.
10. Janganlah Anda mempraktekkan beberapa kebiasaan yang menimbulkan kendala ketika Anda mendengarkan pembicaraannya. Seperti melihat jam dinding atau melirik jam tangan, merapikan meja serta menjawab panggilan-panggilan telepon dan sebaliknya, menelpon.
11. Terakhir, hindarilah percekcokan dan perselisihan walau pada kenyataannya Anda benar. Yang patut Anda lakukan, hanyalah menjelaskan sudut pandang Anda.
Apa yang harus dilakukan pada anak dengan gangguan komunikasi?
Apabila anda atau dokter anak anda mencurigai adanya gangguan komunikasi, maka evaluasi dini oleh profesional sebaiknya segera dilakukan. Suatu evaluasi yang dilakukan oleh ahli patologi bicara dan bahasa diantaranya adalah melihat kemampuan berbicara dan berbahasa anak anda menggunakan tes dan skala yang sudah distandarisasi. Ahli patologi tersebut juga akan mengamati apa yang anak mengerti, apa yang anak dapat katakan, komunikasi bahasa tubuh seperti menunjuk, menggeleng, dan status oral-motor anak (bagaimana bentuk bibir, lidah, langit-langit mulut, apakah mereka dapat bekerjasama di dalam berbicara, makan, dan menelan).
Apabila ahli tersebut menyatakan bahwa anak anda memerlukan terapi bicara maka keterlibatan orangtua sangat berperan. Suatu tim yang terdiri dari guru, terapis bicara dan bahasa, audiologis, dan orangtua diperlukan untuk menangani gangguan komunikasi pada anak. Amplifikasi mungkin dibutuhkan pada anak dengan gangguan pemdengaran. Anak yang tidak dapat dibantu dengan hearing aid memerlukan terapi yang dini, seperti penggunaan bahasa isyarat dan membaca bibir yang dapat membantu komunikasi mereka.
Orangtua dapat membantu untuk mengevaluasi dan mengamati perkembangan komunikasi anak dengan cara memiliki waktu untuk berkomunikasi dengan anak, meskipun anak masih bayi, berbicara dan menyanyi pada anak dapat merangsang peniruan suara dan bahasa tubuh; bacalah buku untuk anak anda, dimulai pada usia anak 6 bulan dengan buku yang sesuai dengan usia anak; gunakan kehidupan sehari-hari untuk melatih bicara anak, yang berarti berbicaralah sepanjang hari seperti sebutkan nama-nama makanan di supermarket, jelaskan apa yang anda lakukan ketika anda memasak atau membersihkan ruangan, tunjuk benda-benda di sekitar rumah, dan yang terakhir adalah tanyakan kembali pengetahuan yang sudah anda berikan atau lihat respon anak anda.
Apa karakteristik dari anak-anak dengan gangguan komunikasi?
Bayi yang tidak berespon dengan suara atau tidak bisa’bubbling’ atau mengoceh merupakan hal yang perlu diperhatikan. Pada usia 12-24 bulan, perhatian lebih perlu diberikan pada anak dengan :
Gagap adalah gangguan dalam berbicara atau lambat di dalam berbicara, umumnya muncul antara usia 3-4 tahun dan dapat berkembang menjadi kasus yang kronik apabila tidak ditangani secara adekuat. Gagap dapat secara spontan menghilang pada usia remaja, namun terapi bicara dan bahasa sebaiknya dilakukan sebelumnya.
Anak dengan kemungkinan gangguan pendengaran dapat muncul dengan kurangnya kemampuan pendengaran, perlunya pengulangan pertanyaan sebelum dapat menjawab yang benar, berbicara dalam kata-kata yang kurang tepat, atau mengalami kebingungan dalam diskusi. Deteksi dan diagnosis dini gangguan pendengaran sebaiknya segera dilakukan dan ditangani dengan segera.
- Tidak dapat menggunakan bahasa tubuh seperti menunjuk atau melambai pada usia 12 bulan
- Memilih bahasa tubuh dibandingkan vokalisasi untuk berkomunikasi pada usia 18 bulan
- Memiliki kesulitan menirukan suara atau kata pertama tidak muncul pada usia 18 bulan
- Hanya dapat mengulang kata atau suara tanpa mampu menghasilkan kata atau kalimat sendiri
- Hanya mengucapkan beberapa kata atau suara berulang-ulang
- Tidak dapat mengikuti petunjuk sederhana
- Memiliki suara yang tidak biasa (suara hidung)
- Lebih sulit dimengerti dibandingkan sebayanya, orangtua dan pengasuh sebaiknya mengerti separuh dari yang diucapkan anak pada usia 2 tahun, sekitar ¾ dari yang diucapkan pada anak 3 tahun, dan pada usia 4 tahun, anak anda seharusnya sudah dapat dimengerti seluruh kata-kata yang dia keluarkan
Gagap adalah gangguan dalam berbicara atau lambat di dalam berbicara, umumnya muncul antara usia 3-4 tahun dan dapat berkembang menjadi kasus yang kronik apabila tidak ditangani secara adekuat. Gagap dapat secara spontan menghilang pada usia remaja, namun terapi bicara dan bahasa sebaiknya dilakukan sebelumnya.
Anak dengan kemungkinan gangguan pendengaran dapat muncul dengan kurangnya kemampuan pendengaran, perlunya pengulangan pertanyaan sebelum dapat menjawab yang benar, berbicara dalam kata-kata yang kurang tepat, atau mengalami kebingungan dalam diskusi. Deteksi dan diagnosis dini gangguan pendengaran sebaiknya segera dilakukan dan ditangani dengan segera.
Apa penyebab gangguan komunikasi?
Banyak gangguan komunikasi muncul dari kondisi lain seperti gangguan pembelajaran, cerebral palsy, retardasi mental, atau sumbing bibir dan palatum. Anak dengan keterlambatan bicara memiliki gangguan pengucapan, yang berarti terdapat komunikasi tidak efektif pada area otak yang bertanggungjawab untuk berbicara. Anak dapat mengalami kesulitan di dalam menggunakan bibir, lidah, dan rahang untuk memproduksi suara. Tidak mampu berbicara dapat merupakan masalah satu-satunya atau dapat diikuti dengan masalah lainnya seperti kesulitan menelan. Keterlambatan berbicara dapat mengindikasikan keterlambatan perkembangan.
Gangguan pendengaran umumnya berkaitan dengan keterlambatan berbicara, bila anak memiliki gangguan pendengaran, dia juga dapat memiliki gangguan mengerti pembicaraan dan gangguan menirukan dan menggunakan bahasa. Gangguan pendengaran terbagi atas gangguan pendengaran parsial dan ketulian total. Ketulian dapat didefinisikan sebagai kesulitan berkomunikasi secara auditori atau memerlukan alat bantuan berupa amplifikasi. Terdapat 4 tipe dari gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran konduktif yang disebabkan penyakit atau sumbatan pada liang telinga maupun telinga tengah, biasanya dapat dibantu dengan hearing aid. Gangguan pendengaran sens
orineural terjadi Karena kerusakan pada sel rambut sensori dari telinga dalam atau kerusakan dari saraf telinga, umumnya tidak dapat dibantu dengan hearing aid. Gangguan pendengaran campuran yaitu kombinasi gangguan dari telinga luar atau telinga tengah, dan telinga dalam. Gangguan pendengaran sentral yang berasal dari kerusakan saraf atau otak.
Gangguan pendengaran umumnya berkaitan dengan keterlambatan berbicara, bila anak memiliki gangguan pendengaran, dia juga dapat memiliki gangguan mengerti pembicaraan dan gangguan menirukan dan menggunakan bahasa. Gangguan pendengaran terbagi atas gangguan pendengaran parsial dan ketulian total. Ketulian dapat didefinisikan sebagai kesulitan berkomunikasi secara auditori atau memerlukan alat bantuan berupa amplifikasi. Terdapat 4 tipe dari gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran konduktif yang disebabkan penyakit atau sumbatan pada liang telinga maupun telinga tengah, biasanya dapat dibantu dengan hearing aid. Gangguan pendengaran sens
orineural terjadi Karena kerusakan pada sel rambut sensori dari telinga dalam atau kerusakan dari saraf telinga, umumnya tidak dapat dibantu dengan hearing aid. Gangguan pendengaran campuran yaitu kombinasi gangguan dari telinga luar atau telinga tengah, dan telinga dalam. Gangguan pendengaran sentral yang berasal dari kerusakan saraf atau otak.
Apa yang dimaksud dengan gangguan komunikasi?
Yang dimaksud dengan gangguan komunikasi meliputi berbagai lingkup masalah yaitu gangguan bicara, bahasa, dan mendengar. Gangguan bahasa dan bicara melingkupi gangguan artikulasi, gangguan mengeluarkan suara, afasia (kesulitan menggunakan kata-kata, biasanya karena memar atau luka pada otak), dan keterlambatan di dalam berbicara atau berbahasa. Keterlambatan bicara dan bahasa tergantung dari beberapa penyebab, termasuk di dalamnya adalah faktor lingkungan atau gangguan pendengaran.
Perkembangan Bicara dan Bahasa yang Normal
Sangat penting untuk mengerti perkembangan bicara dan bahasa pada anak anda. Terkadang sulit untuk membedakan apakah anak hanya imatur di dalam kemampuannya berkomunikasi atau anak memiliki gangguan yang membutuhkan bantuan profesional.


Perkembangan berbicara dan bahasa anak adalah:
- Sebelum 12 bulan : Mengoceh atau ‘babbling’ adalah tahap awal dari perkembangan berbicara. Apabila bayi beranjak besar (sekitar 9 bulan), mereka mulai untuk menggunakan nada yang berbeda-beda untuk berbicara, berkata ‘mama’ dan ‘dada’ (tanpa mengerti artinya). Sebelum usia 12 bulan, anak mulai tertarik pada suara.
- Usia 12-15 bulan : Anak pada usia ini memiliki variasi babbling mereka dan minimal 1-2 kata yang dimengerti sudah dikeluarkan (tidak termasuk ‘mama’ dan ‘dada’) . Anak usia ini sudah dapat mengerti dan mengikuti petunjuk tunggal (seperti: “Tolong berikan saya mainan itu”) atau mengerti perintah dan sedikit pertanyaan (contoh : Mana hidungmu?)
- Usia 18-24 bulan : Anak sudah memiliki sekitar 20 kata pada usia 18 bulan, dan sekitar 50 kata atau penggalan kata pada usia 24 bulan. Pada usia 24 bulan, anak harus belajar mengkombinasikan 2 kata seperti “Susu sapi”. Usia 2 tahun seharusnya juga sudah dapat mengikuti 2 macam perintah (seperti : “Tolong ambilkan mainan itu dan bawakan saya gelasmu”)
- Usia 2-3 tahun : Koleksi kata-kata anak sudah meningkat, dapat mengkombinasikan 3 atau lebih kata menjadi kalimat, mengerti berbagai macam perintah, dapat mengidentifikasikan warna dan mengerti konsep deskriptif
Mencegah Kemunculan Gangguan Kecemasan
1) Kontrol pernafasan yang baik
Rasa cemas membuat tingkat pernafasan semakin cepat, hal ini disebabkan otak "bekerja" memutuskan fight or flight ketika respon stres diterima oleh otak. Akibatnya suplai oksigen untuk jaringan tubuh semakin meningkat, ketidakseimbangan jumlah oksigen dan karbondiosida di dalam otak membuat tubuh gemetar, kesulitan bernafas, tubuh menjadi lemah dan gangguan visual. Ambil dalam-dalam sampai memenuhi paru-paru, lepaskan dengan perlahan-lahan akan membuat tubuh jadi nyaman, mengontrol pernafasan juga dapat menghindari srangan panik.
2) Melakukan relaksasi
Kecemasan meningkatkan tension otot, tubuh menjadi pegal terutama pada leher, kepala dan rasa nyeri pada dada. Cara yang dapat ditempuh dengan melakukan teknik relaksasi dengan cara duduk atau berbaring, lakukan teknik pernafasan, usahakanlah menemukan kenyamanan selama 30 menit.
3) Intervensi kognitif
Kecemasan timbul akibat ketidakberdayaan dalam menghadapi permasalahan, pikiran-pikiran negatif secara terus-menerus berkembang dalam pikiran. caranya adalah dengan melakukan intervensi pikiran negatif dengan pikiran positif, sugesti diri dengan hal yang positif, singkirkan pikiran-pikiran yang tidak realistik. Bila tubuh dan pikiran dapat merasakan kenyamanan maka pikiran-pikiran positif yang lebih konstruktif dapat meuncul. Ide-ide kreatif dapat dikembangkan dalam menyelesaikan permasalahan.
4) Pendekatan agama
Pendekatan agama akan memberikan rasa nyaman terhadap pikiran, kedekatan terhadap Tuhan dan doa-doa yang disampaikan akan memberikan harapan-harapan positif.
Dalam Islam, sholat dan metode zikir ditengah malam akan memberikan rasa nyaman dan rasa percaya diri lebih dalam menghadapi masalah. Rasa cemas akan turun. Tindakan bunuh diri dilarang dalam Islam, bila iman semakin kuat maka dorongan bunuh diri (tentamina Suicidum) pada simtom depresi akan hilang. Metode zikir (berupa Asmaul Husna) juga efektif menyembuhkan insomnia.
5) Pendekatan keluarga
Dukungan (supportif) keluarga efektif mengurangi kecemasan. Jangan ragu untuk menceritakan permasalahan yang dihadapi bersama-sama anggota keluarga. Ceritakan masalah yang dihadapi secara tenang, katakan bahwa kondisi Anda saat ini sangat tidak menguntungkan dan membutuhkan dukungan anggota keluarga lainnya. Mereka akan berusaha bersama-sama Anda untuk memecahakan masalah Anda yang terbaik.
6) Olahraga
Olahraga tidak hanya baik untuk kesehatan. Olaharaga akan menyalurkan tumpukan stres secara positif. Lakukan olahraga yang tidak memberatkan, dan memberikan rasa nyaman kepada diri Anda.
Rasa cemas membuat tingkat pernafasan semakin cepat, hal ini disebabkan otak "bekerja" memutuskan fight or flight ketika respon stres diterima oleh otak. Akibatnya suplai oksigen untuk jaringan tubuh semakin meningkat, ketidakseimbangan jumlah oksigen dan karbondiosida di dalam otak membuat tubuh gemetar, kesulitan bernafas, tubuh menjadi lemah dan gangguan visual. Ambil dalam-dalam sampai memenuhi paru-paru, lepaskan dengan perlahan-lahan akan membuat tubuh jadi nyaman, mengontrol pernafasan juga dapat menghindari srangan panik.
2) Melakukan relaksasi
Kecemasan meningkatkan tension otot, tubuh menjadi pegal terutama pada leher, kepala dan rasa nyeri pada dada. Cara yang dapat ditempuh dengan melakukan teknik relaksasi dengan cara duduk atau berbaring, lakukan teknik pernafasan, usahakanlah menemukan kenyamanan selama 30 menit.
3) Intervensi kognitif
Kecemasan timbul akibat ketidakberdayaan dalam menghadapi permasalahan, pikiran-pikiran negatif secara terus-menerus berkembang dalam pikiran. caranya adalah dengan melakukan intervensi pikiran negatif dengan pikiran positif, sugesti diri dengan hal yang positif, singkirkan pikiran-pikiran yang tidak realistik. Bila tubuh dan pikiran dapat merasakan kenyamanan maka pikiran-pikiran positif yang lebih konstruktif dapat meuncul. Ide-ide kreatif dapat dikembangkan dalam menyelesaikan permasalahan.
4) Pendekatan agama
Pendekatan agama akan memberikan rasa nyaman terhadap pikiran, kedekatan terhadap Tuhan dan doa-doa yang disampaikan akan memberikan harapan-harapan positif.
Dalam Islam, sholat dan metode zikir ditengah malam akan memberikan rasa nyaman dan rasa percaya diri lebih dalam menghadapi masalah. Rasa cemas akan turun. Tindakan bunuh diri dilarang dalam Islam, bila iman semakin kuat maka dorongan bunuh diri (tentamina Suicidum) pada simtom depresi akan hilang. Metode zikir (berupa Asmaul Husna) juga efektif menyembuhkan insomnia.
5) Pendekatan keluarga
Dukungan (supportif) keluarga efektif mengurangi kecemasan. Jangan ragu untuk menceritakan permasalahan yang dihadapi bersama-sama anggota keluarga. Ceritakan masalah yang dihadapi secara tenang, katakan bahwa kondisi Anda saat ini sangat tidak menguntungkan dan membutuhkan dukungan anggota keluarga lainnya. Mereka akan berusaha bersama-sama Anda untuk memecahakan masalah Anda yang terbaik.
6) Olahraga
Olahraga tidak hanya baik untuk kesehatan. Olaharaga akan menyalurkan tumpukan stres secara positif. Lakukan olahraga yang tidak memberatkan, dan memberikan rasa nyaman kepada diri Anda.
Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan)
Kecemasan merupakan hal yang normal terjadi pada setiap individu, reaksi umum terhadap stress kadang dengan disertai kemunculan kecemasan. Namun kecemasan itu dikatakan menyimpang bila individu tidak dapat meredam (merepresikan) rasa cemas tersebut dalam situasi dimana kebanyakan orang mampu menanganinya tanpa adanya kesulitan yang berarti.
Kecemasan dapat muncul pada situasi tertentu seperti berbicara didepan umum, tekanan pekerjaan yang tinggi, menghadapi ujian. Situasi-situasi tersebut dapat memicu munculnya kecemasan bahkan rasa takut. Namun, gangguan kecemasan muncul bila rasa cemas tersebut terus berlangsung lama, terjadi perubahan perilaku, atau terjadinya perubahan metabolisme tubuh.
Gangguan kecemasan diperkirakan mengidap 1 dari 10 orang. Menurut data National Institute of Mental Health (2005) di Amerika Serikat terdapat 40 juta orang mengalami gangguan kecemasan pada usia 18 tahun sampai pada usia lanjut.
Kecemasan dapat muncul pada situasi tertentu seperti berbicara didepan umum, tekanan pekerjaan yang tinggi, menghadapi ujian. Situasi-situasi tersebut dapat memicu munculnya kecemasan bahkan rasa takut. Namun, gangguan kecemasan muncul bila rasa cemas tersebut terus berlangsung lama, terjadi perubahan perilaku, atau terjadinya perubahan metabolisme tubuh.
Gangguan kecemasan diperkirakan mengidap 1 dari 10 orang. Menurut data National Institute of Mental Health (2005) di Amerika Serikat terdapat 40 juta orang mengalami gangguan kecemasan pada usia 18 tahun sampai pada usia lanjut.
Secara fisik beberapa gejala kecemasan ditandai dengan ketegangan pada otot (mudah pegal), berkeringat, sesak nafas atau tarikan nafas pendek, mudah merasa pusing, dan dada sering sesak. Pada abad 19, kecemasan dianggap sebagi bentuk dari kerusakan atau gangguan dari pernafasan, Sigmund Freud mengidentifikasi kecemasan sebagai bentuk neurosis. Freud meyakini kemunculan rasa cemas diakibatkan sifat instinktif atau dorongan seksual pada individu tidak tersalurkan secara tepat. Akibatnya, kecemasan timbul sebagai bentuk pertahanan diri untuk merepresi dorongan-dorongan tersebut. Bila tahap represi ini tidak tepat memunculkan gangguan neurosis kecemasan.
Ahli psikoanalisa beranggapan bahwa penyebab kecemasan neurotik dengan memasukan persepsi diri sendiri, dimana individu beranggapan bahwa dirinya dalam ketidakberdayaan, tidak mampu mengatasi masalah, rasa takut akan perpisahan, terabaikan dan sebagai bentuk penolakan dari orang yang dicintainya. Perasaan-perasaam tersebut terletak dalam pikiran bawah sadar yang tidak disadari oleh individu.
Berbeda dengan pendapat psikoanalisa, ahli psikologi teori belajar beranggapan bahwa kecemasan lebih disebabkan peristiwa eksternal dibandingkan konflik internal dalam pribadi individu. Adanya pengkondisian yang siap (prepared conditioning) pada individu membuat individu semakin siap dalam menghadapi pelbagai situasi stressor dikemudian hari.
Analisis kognitif munculnya kecemasan disebabkan oleh bagaimana individu memikirkan situasi dan kemungkinan-kemungkinan bahaya yang mungkin dapat muncul. Pikiran-pikiran tersebut kadang tidak realistik, individu cenderung untuk menambahkan tingkat bahaya tersebut dibandingkan pada orang normal yang menilai "tidak begitu berbahaya". Akibatnya indvidu meningkatkan tingkat kewaspadaan secara berlebihan (tentunya dengan ada rasa cemas berlebihan) dan mencari-cari tanda bahaya. Misalnya saja suara bising ditengah malam pada sebuah rumah, individu menginterpretasikan seebagai perampokan dan sebagainya. Parahnya tingkat kecemasan sangat tergantung pada indvidu bagaimana melakukan obsesi kecemasannya itu.
Langganan:
Komentar (Atom)
